Senin, 11 April 2011

Zarko Lazetic dan Samsul Arif Cetak Hattrick

Zarko Lazetic is back! Setelah absen hampir tiga pekan akibat cedera kaki kanan, striker Solo FC itu kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu bomber paling berbahaya di ajang Liga Primer Indonesia (LPI).
Pemain asal Serbia itu berperan besar dalam pesta gol Solo FC ke gawang Manado United dalam laga pekan ke-14 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (10/4). Zarko mencetak tiga gol dalam laga yang berakhir 7-3 untuk kemenangan tuan rumah itu. Selain Zarko, pada hari yang sama Samsul Arif juga mencatat hattrick kala Persibo menggilas Medan Chiefs 5-1.
Khusus untuk Zarko, selain menorehkanhattrick, dia juga punya andil atas lahirnya tiga gol Ksatria XI – julukan Solo FC – lainnya, karena memberi tiga umpan matang bagi rekan-rekannya.
Zarko mencetak gol pertama dua menit setelah peluit  awal dibunyikan. Selanjutnya, dua gol kembali  dilesakkan pemain berusia 29 tahun itu  pada menit ke-40 dan 64. Sementara ketiga umpan matangnya berbuah gol penalti bagi David Micevski (13), Stevan Racic (58), dan Ricky Kristendi (’81).
HattrickZarko Lazetic ke gawang Manado United membuat koleksi golnya kini menjadi lima dalam delapan kali bermain. Kini namanya sejajar dengan para mesin gol LPI seperti Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Ilija Spasojevic (Bali Devata), Srecko Mitrovic (PSM), dan Wallace Rodrigues Da Silva (Tangerang Wolves).
Zarko sendiri memang menjadi salah satu pemain kunci bagi Solo FC. Tanpa kehadiran pemain yang mengawali kariernya di Parizan Beograde Junior ini, lini depan dan tengah Solo FC tampak pincang. Selama dia cedera dan menjalani operasi ke Serbia, Solo FC kesulitan membobol gawang lawan, apalagi memenangi pertandingan.
enurut Kesit Budi Handoyo, untuk sementara ini sosok Zarko memang belum tergantikan. Selain ciamik sebagai penyerang, Zarko juga rajin beroperasi di lini tengah. “Dalam pertandingan ini, kontribusinya sangat besar. Meski baru saja pulih dari cedera, tapi itu tidak berpengaruh banyak pada penampilannya," ujar CEO Solo FC itu.
Bagaimana dengan Samsul Arif? Penyerang muda Persibo ini juga membukukan hattrick saat timnya menaklukkan penghuni peringkat empat klasemen LPI, Medan Chiefs, 5-1, di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro. Samsul mengoyak jaring gawang lawan masing-masing pada menit  ke-22, 40, dan 83.
Dua gol Persibo lainnya dicetak Bagus Cahyono pada menit ke-47 dan 68. Sedangkan gol semata wayang Medan Chiefs dicetak Abdelhadi Laakkad memanfaatkan blunder pemain belakang Persibo pada menit ke-70.
Hasil impresif ini menabalkan nama Samsul Arif di jajaran elite topskor LPI hingga pekan ke-14 dengan raihan delapan gol. Namanya pun sejajar dengan bintang-bintang LPI lainnya seperti Irfan Bachdim (Persema), Juan Manuel Cortes (Batavia Union), dan Fernando Gaston Soler (Real Mataram). Keempatnya masih di bawah pemuncak  topskor Emanuel De Porras dari Jakarta FC dengan sembilan gol. De Porras tercatat sebagai pencetak hattrick pertama LPI, ketika Jakarta FC mengalahkan tuan rumah PSM 4-1, Sabtu (26/3) malam.
“Samsul telah membuktikan kebintangannya pada malam ini. Ia memang pernah mengatakan bahwa nalurinya mencetak gol telah kembali. Dan, itu dia buktikan malam ini," tutur Fery Kodrat, CEO Persibo, usai pertandingan.
Samsul  Arif memiliki julukan The Golden Boy alias anak emas, karena prestasinya yang mengagumkan sejak membela Persibo dari 2006. Setelah mengikuti kompetisi Divisi Satu PSSI, Samsul bersama Laskar Angling Dharma berhasil menjuarai Divisi  Satu pada 2007. Setahun kemudian, Samsul dengan Persibo merasakan menjadi juara Divisi Utama. Sejak itu, banyak klub besar Divisi Utama mengincarnya.
Pada 2009, Samsul Arif sempat bergabung dengan Persela yang berlaga di kompetisi Indonesia Super Liga (ISL). Namun, Samsul hanya semusim di sana. Pemain asal Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, ini lantas bergabung kembali dengan kesebelasan tanah kelahirannya, Persibo.
Kariernya kian mengilap bersama Persibo era Divisi Utama ketika berhasil meraih gelar Bintang Emas Copa Indonesia 2008/2009 kategori Best Striker, dengan torehan delapan gol. Samsul berhasil menyingkirkan deretan striker lainnya yang lebih terkenal, seperti Boaz Solossa (Persipura), dan tiga penyerang asing Anoure Richard Obiora (Sriwijaya FC), Pablo Frances (Persijap), dan Alberto Gonzalves (Persipura).
Ia juga sempat menjadi bagian dari skuad timnas U-21 (2005-2006), dan timnas U-23 (2006-2008). Dengan kostum timnas U-23, Samsul sempat mengikuti kejuaraan Piala Kemerdekaan (2008). Kini, hingga pekan ke-14 LPI, dia telah mencetak delapan gol buat Persibo. Enam gol diciptakan di kandang Persibo, dan sisanya di pertandingan tandang. (EKS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman

Powered By Blogger