Bola.net - Terkait dengan harga tiket kandang yang dipastikan naik Aremania tidak menyesalkan keputusan tersebut, namun dengan memberi syarat bahwa manajemen saat ini harus transparan.
Harga tiket home Arema sebelumnya untuk Ekonomi dari Rp25 ribu/lembar naik menjadi Rp30 ribu/lembar, VIP dari harga Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu/lembar dan VVIP dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu/lembar. Harga itu mulai berlaku saat Arema menjamu Persija Jakrta 10 April nanti.
Salah seorang Aremania Korwil Dinoyo, Nicolas, mengaku tidak keberatan jika harga tiket terpaksa harus dinaikkan. Hanya saja, manajemen harus transparan dalam mengatur keuangannya.
"Transparansi ini tidak hanya dana yang terkumpul dari penjualan tiket saja, tapi seluruhnya termasuk menyangkut dana dari sponsor. Manajemen juga harus konsekuen dengan hak para pemain, yakni gaji," tegasnya.
Ia mengaku, dirinya juga memaklumi jika panpel terpaksa mengambil kebijakan menaikkan harga tiket laga kandang karena kondisi keuangan Arema memang seperti ini, hanya mengandalkan pemasukan dari sponsor dan penjualan tiket pertandingan.
Saat ini gaji pemain yang belum terbayar masih tersisa 2,5 bulan. Hasil penjualan tiket ketika Arema menjamu Shandong Luneng China jauh dari yang diharapkan. Padahal, hasil penjualan tiket tersebut sudah diplot untuk membayar gaji pemain.
Pemasukan bersih (setelah dikurangi biaya operasional) yang didapat panpel ketika menjamu Shandong Luneng kurang dari Rp150 juta dari sekitar 5.000 Aremania yang menyaksikan secara langsung di Stadion Kanjuruhan. (ant/fjr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar