Kamis, 14 April 2011

komite pemilihan berubah

Upaya kelompok 78 pemilik suara yang mengklaim mendapat dukungan 87 suara untuk menjadikan pertemuan dengan Komite Normalisasi menjadi kongres, Kami [14/4], di Jakarta akhirnya membuahkan hasil.

Dari agenda itu dihasilkan keputusan terbentuknya Komite Pemilihan dan Komite Banding menghadapi kongres pemilihan ketua dan wakil ketua umum serta anggota komite eksekutif [Exco] PSSI pada 20 Mei nanti.

Hasil ini berbeda dengan keputusan FIFA yang merujuk kepada Statuta FIFA artikel 7 paragraf 2 mengenai pembentukan Komite Normalisasi. Dalam putusannya, Komite Normalisasi juga bertindak sebagai Komite Pemilihan.

Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengatakan, pertemuan pihaknya dengan pemilik suara ini akhirnya berubah menjadi kongres PSSI. Hasil kongres itu akan dilaporkan ke FIFA pada 19 April mendatang saat bertemu dengan presiden FIFA Sepp Blatter.

“Pertemuan ini sudah berubah menjadi kongres. Kami memutuskan beberapa hal, yakni pembentukan Komite Pemilihan, Komite Banding, dan menyelesaikan draft electoral code,” ujar Agum.

Personel Komite Pemilihan yang dibentuk tidak jauh beda dengan hasil kongres yang digelar kelompok 78 pemilik suara di Pekanbaru. Harbiansyah Hanafi tetap menjadi ketua, serta Wisnu Wardana dan Hadiyandra sebagai wakil ketua dan sekretaris. Anggota terdiri dari Dirk Soplanit, Mohammad Yasin, Usman Fakaubun, Erizal Anwar, Sabarudin Labamba, dan HM Baryadi.

Tiga cadangan anggota Komite Pemilihan juga sudah terpilih, yakni Agus Santoso, Lamber Toekan, dan Robertus Indratno.

Sementara tiga personel Komite Banding terdiri dari Ahmad Riyadh sebagai ketua dengan wakilnya Umuh Muchtar dan Rio Denamore menjadi anggota. Sedangkan cadangannya adalah Mohammad Muhdar dan Abdullah Palla.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman

Powered By Blogger