Meski pendaftaran bakal calon pengurus PSSI periode 2011–2015 akan dibuka empat hari lagi yakni mulai 12 sampai 17 April, beberapa nama sudah saling bermunculan dan mulai menebar minta dukungan
Sedikitnya delapan nama siap bertarung memperebutkan kekuasaan di PSSI mereka adalah Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan D Bakrie, Diza Rasyid Ali, Sutiyoso, Sumaryoto, EE Mangindaan, dan GH Sutejo. Namun, FIFA akhirnya membekukan status pencalonan Arifin, Toisutta, Nirwan, juga Nurdin melalui rilis dan surat resmi pada Senin (4/4) lalu.
Mereka sebelumnya sudah dibekukan oleh Komite Banding Pemilihan, tapi isyarat toleransi diberikan KN-PSSI. Sehari sesudah pengumuman rencana pendaftaran calon pengurus baru dibuka, Rabu (6/4), beberapa nama baru mulai bermunculan.
Proses verifikasi kelayakan bakal calon sendiri akan dimulai 18 April selama lima hari. Kemudahan regulasi sudah diberikan Komite Normalisasi PSSI (KN-PSSI) dan bakal calon hanya butuh satu dukungan anggota PSSI yang berjumlah sekitar 400.
Namun, mereka harus saling sikut untuk mendapatkan simpati 100 anggota pemilik suara. Sebab, mereka yang berhak menetapkan status pengurus baru.
Sementara itu Wakil Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengaku siap dicalonkan. Iman berharap pengurus baru PSSI dihuni figur profesional dengan asumsi jauh dari kepentingan politis.
”Posisi saya sebenarnya menunggu. Kalau ada anggota yang bersedia mencalonkan, saya siap maju. Saya berharap pengurus PSSI berasal dari kalangan profesional. Tapi, saat ini saya tetap fokus ke timnas,” kata Iman.
Ungkapan serupa dilontarkan Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda (BPPUM), Rahim Sukasah. Posisi Rahim juga saat ini menunggu respons dari anggota PSSI. Mantan ketua BTN tersebut mengatakan bila respons masyarakat positif, gerilya untuk mencari dukungan akan dilakukan.
”Kalau mendapat dukungan dari masyarakat dan anggota, saya siap maju dalam bursa pemilihan ketum PSSI. Saya segera mencari dukungan kalau ada sinyal. Saya hanya ingin memajukan sepak bola nasional,” ujarnya.
Jika beberapa nama terkesan pasif, tidak demikian dengan kandidat lainnya. Mereka sudah menyiapkan beberapa program, terutama perbaikan kompetisi. Sutiyoso mengungkapkan, teknis perbaikan kinerja wasit akan dilakukan dan peninjauan ulang kebijakan pemain asing akan dilakukan.
”Aturan kompetisi harus dijalankan secara utuh. Mafia wasit akan ditumpas tanpa tebang pilih. Jumlah pemain asing juga akan dikurangi. Sudah saatnya kuota mereka dievaluasi karena berada dalam posisi vital di timnas,” tandasnya.
Sementara itu kandidat dari gender wanita satu-satunya, Diza, mengaku sudah cukup mendapatkan suara untuk bertarung pada Kongres Pemilihan pada 20 Mei.
”Bakal calon rival saat ini belum terpetakan secara pasti. Mereka muncul, lalu tenggelam,” cetus Diza.
”Regulasi KN-PSSI cukup memudahkan, tapi kuncinya tetap anggota pemilik suara. Saya tetap maju dan jumlah dukungan yang terkumpul saat ini lebih dari cukup. Optimistis tetap ada,” tutupnya.
Jumat, 08 April 2011
Bakal Calon Ketum PSSI Mulai Bermunculan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar