Keberadaan kompetisi Liga Primer Indonesia tampaknya terus menjadi perhatian otoritas sepakbola dunia (FIFA). Terbukti, FIFA beberapa kali mengeluarkan kebijakan agar PSSI segera menyelesaikan kasus LPI. Kini, FIFA turun tangan langsung untuk mengatasi LPI.
Pilihannya yang ditawarkan oleh FIFA hanya dua. Pertama, LPI dilanjutkan dengan syarat masuk dalam kontrol PSSI. Kedua, jika upaya pertama gagal, LPI sesegera mungkin untuk dibubarkan.
PSSI kepemimpinan Nurdin Halid pun sebenarnya sudah berusaha mengatasi problem LPI. Sejak awal, PSSI tidak mengakui dan berusaha menghentikan jalannya kompetisi LPI. Hanya saja, usaha itu gagal. Beragam sanksi yang ditimpakan kepada pemain maupun pelatih LPI juga tidak mempan.
Terakhir, PSSI menawarkan LPI untuk masuk dalam afiliasi. Sayangnya, tawaran PSSI ditampik oleh konsorsium LPI. Apa sebab? PSSI menawarkan LPI untuk masuk ke kasta divisi 3. Sebagai kompetisi yang mengaku profesional, LPI memilih tetap berada di luar jalur PSSI sembari menunggu kepengurusan PSSI periode mendatang.
Kali ini, problem LPI ditangani Komite Normalisasi FIFA. Bagaimana bentuk kongkret dari penyelesaian FIFA? Sampai saat ini masih belum jelas. FIFA hanya memberi gambaran abstrak. "Mengakomodir liga yang berada di luar (Liga Primer, LPI) sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin," rilis FIFA, Senin (4/4/2011).
Karena masih abstrak, beberapa spekulasi muncul. Salah satunya dari Darius Sinathrya. Melalui akun twitternya, Darius percaya bahwa LPI bakal diakui oleh FIFA. "Akui donk ;) konsekuensi logisnya lebih besar klo dihentikan. LPI profesional dan mandiri sesuai dengan aturan FIFA ;)," tulisnya.
Penilaian berlawanan dilontarkan oleh pemilik akun yang menyebut dirinya Pelor_PSSI. Dia menilai, cerita tentang LPI bakal segera tamat. "FIFA sudah mengatakan betapa LPI adalah sumber dari kekacauan sepakbola di Indonesia. Suruh main bola tarkam beneran :)
Pilihannya yang ditawarkan oleh FIFA hanya dua. Pertama, LPI dilanjutkan dengan syarat masuk dalam kontrol PSSI. Kedua, jika upaya pertama gagal, LPI sesegera mungkin untuk dibubarkan.
PSSI kepemimpinan Nurdin Halid pun sebenarnya sudah berusaha mengatasi problem LPI. Sejak awal, PSSI tidak mengakui dan berusaha menghentikan jalannya kompetisi LPI. Hanya saja, usaha itu gagal. Beragam sanksi yang ditimpakan kepada pemain maupun pelatih LPI juga tidak mempan.
Terakhir, PSSI menawarkan LPI untuk masuk dalam afiliasi. Sayangnya, tawaran PSSI ditampik oleh konsorsium LPI. Apa sebab? PSSI menawarkan LPI untuk masuk ke kasta divisi 3. Sebagai kompetisi yang mengaku profesional, LPI memilih tetap berada di luar jalur PSSI sembari menunggu kepengurusan PSSI periode mendatang.
Kali ini, problem LPI ditangani Komite Normalisasi FIFA. Bagaimana bentuk kongkret dari penyelesaian FIFA? Sampai saat ini masih belum jelas. FIFA hanya memberi gambaran abstrak. "Mengakomodir liga yang berada di luar (Liga Primer, LPI) sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin," rilis FIFA, Senin (4/4/2011).
Karena masih abstrak, beberapa spekulasi muncul. Salah satunya dari Darius Sinathrya. Melalui akun twitternya, Darius percaya bahwa LPI bakal diakui oleh FIFA. "Akui donk ;) konsekuensi logisnya lebih besar klo dihentikan. LPI profesional dan mandiri sesuai dengan aturan FIFA ;)," tulisnya.
Penilaian berlawanan dilontarkan oleh pemilik akun yang menyebut dirinya Pelor_PSSI. Dia menilai, cerita tentang LPI bakal segera tamat. "FIFA sudah mengatakan betapa LPI adalah sumber dari kekacauan sepakbola di Indonesia. Suruh main bola tarkam beneran :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar