Bogor Raya yang tampi di kandang sendiri di Stadion Persikabo, Cibinong, menelan kekalahan telak 4-0 dari Bintang Medan dalam pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI], Sabtu [23/4]. Ini merupakan kemenangan perdana Bintang Medan pada laga tandangnya.
Kemenangan ini membawa Bintang Medan naik ke peringkat 14 usai mengoleksi poin 15. Raihan angka Bintang Medan sama dengan Solo FC, namun kalah selisih gol. Sementara Bogor Raya berada di posisi kedelapan dengan nilai 21.
Dalam pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran hujan ini, Bintang Medan sudah unggul lebih dulu ketika laga baru berjalan delapan menit melalui An Hyo Yoen yang merobek jala Agus Rohman.
Kebobolan lewat gol cepat membuat Bogor Raya kaget, sehingga irama permainan menjadi kacau. Kondisi ini dimanfaatkan tim tamu untuk memperbesar keunggulannya melalui Cosmin Vansea pada menit ke-24 setelah menerima umpan An Hyo Yoen.
Upaya Bogor Raya untuk mengejar ketertinggalannya menjadi berat, karena harus kehilangan satu pemain pada menit ke-35 menyusul kartu merah yang diterima Latuamurry Rasyid akibat melakukan tekel keras kepada Steve Pantelidis. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Bintang Medan. Kesalahan Masperi membuat bola berhasil direbut Cosmin. Pemain asal Rumania itu lalu melepaskan tendangan lambung yang tak dapat dijangkau Agus pada menit ke-49.
Bogor Raya kembali harus kehilangan satu pemain ketika Luciano Rimoldi diusir wasit selang satu menit kemudian. Bintang Medan memanfaatkan kelemahan tuan rumah yang pincang, sehingga memperbesar keunggulan pada menit ke-52 melalui Syafari.
Kondisi ini membuat Bogor Raya semakin frustrasi. Akibatnya, Masperi mendapat kartu kuning keduanya di menit ke-64 setelah melanggar Yoseph Ostanika. Namun, Bintang Medan yang sudah unggul empat gol menurunkan tempo permainan. Hingga pertandingan selesai, skor 4-0 ini tidak berubah.
Selengkapnya...
Minggu, 24 April 2011
Bintang Medan Gilas Bogor Raya
Timo Scheunemann: Performa Irfan Bachdim Menurun
Pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, menilai grafik permainan yang ditunjukkan oleh striker naturalisasi asal Belanda, Irfan Bachdim, cenderung menurun pada beberapa pertandingan terakhir.
Tetapi Timo membantah penurunan performa yang dialami Irfan diakibatkan oleh padatnya jadwal ikon Persema tersebut, Timo menilai performa Irfan masih terpengaruh oleh cedera yang dialaminya. Seperti yang diketahui Irfan akhir-akhir ini sangat disibukkan oleh jadwal sebagai bintang iklan dan bahkan akan membintangi sebuah film layar lebar.
"Kalau terkait jadwalnya yang padat sebagai bintang iklan dan berencana main film layar lebar itu bukan penyebab menurunnya penampilan, namun memang saya rasa itu akibat belum sembuh total cedera yang didera Irfan," kata Timo.
Timo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi permainan Irfan yang dinilai menjadi kurang berani dalam duel perebutan bola dengan pemain lawan.
Selengkapnya...
34 Nama Menjadi Bakal Calon Ketum PSSI
Sebanyak 34 nama telah masuk di bursa bakal calon ketua umum PSSI periode 2011-2015, sampai hari terakhir pendaftaran yang berakhir pada pukul 24.00 WIB tanggal 23 April kemarin.
Berdasarkan informasi dari Humas PSSI, berkas pendaftaran untuk calon ketua umum, wakil ketua umum dan aggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah terkumpul 211 berkas.
Hingga hari terakhir, dua nama yang dilarang oleh FIFA masih mendominasi di bakal calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI, yaitu George Toisutta didukung 91 suara untuk menjadi ketum PSSI, dan Arifin Panigoro didukung 87 suara untuk menjadi wakil ketua umum.
Hal tersebut mengindikasikan para pemilik suara tidak menggunakan waktu yang disediakan oleh komite normalisasi untuk merevisi pilihan mereka, usai FIFA menegaskan tetap melarang empat kandidat yang telah dianulir oleh komite banding sebelumnya.
Berikut adalah lima besar masing-masing bakal calon ketum, wakil ketua umum dan anggota Exco:
Selengkapnya...
PSM Makassar Akan Ajak Kelompok 78 Dukung Erwin Aksa
PSM Makassar tampaknya telah membulatkan tekad untuk mengusung Erwin Aksa sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015. Bahkan ketua umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin, mengaku akan mengajak kelompok 78 ikut mendukung Erwin Aksa.
"Saya akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu Menpora sekaligus mengajak kelompok 78 untuk mendukung Pak Erwin," jelas Ilham Arief Sirajuddin seperti yang dilansir Tribun Timur.
Keputusan PSM untuk mendukung Erwin Aksa sebagai ketua umum PSSI tidak terlepas dari keputusan FIFA yang melarang George Toisutta dan Arifin Panigoro untuk maju ke pencalonan ketua umum PSSI periode mendatang.
Sementara itu, Direktur Hukum PSM, Syahrir Cakkari, mengaku akan mendukung keputusan dari ketua umum PSM. Oleh karena itu, dirinya akan segera mengkonsolidasikan hal tersebut kepada pengurus PSM lainnya.
"Jika ketua umum telah memutusakan hal itu, maka kita sebagai bagian dari PSM akan berupaya keras untuk mewujudkannya. Kita berharap semuanya bisa berjalan sesuai yang diinginkan," katanya.
Selengkapnya...
Pengprov PSSI Kalbar Usung Agusman Effendi & Rahim Soekasah
Ketua pengurus provinsi PSSI Kalimantan Barat, Zulfadhli, menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan Agusman Efendi sebagai ketum PSSI dan Rahim Soekasah sebagai wakil ketum. Zulfadhli juga menambahkan bahwa beberapa daerah lain telah mengusulkan nama yang sama dengan pihaknya.
"Selain Kalbar, Pengrov Lampung, dan PS Penajam Kaltim juga mengusulkan nama yang sama ke panitia pendaftaran pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB," katanya.
Zulfadhli sangat yakin kedua figur tersebut mampu menjabat jabatan ketua umum dan wakil ketua umum PSSI dengan baik karena keduanya telah mempunyai pengalaman yang cukup.
"Agusman Effendi pernah menjadi pejabat ketua umum PSSI periode 2004-2006. Sementara Rahim Soekasah pernah menjadi manajer Timnas U-23 (2006) da Ketua BTN PSSI (2008-2010)," kata Zulfadhli yang juga dicalonkan sebagai anggota Exco tersebut.
Selengkapnya...
Luciano Leandro Gantikan Sartono
Beredar rumor Pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar, dalam kompetisi LPI, posisinya digantikan pelatih baru asal Brasil, Luciano Leandro.
CEO Persibo Bojonegoro, Widyawan Ferryanto Kodrat, Minggu, tidak membantah beredarnya rumor Sartono Anwar akan diganti. Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh beredarnya kabar pergantian pelatih itu.”Kita tunggu saja” katanya.
Yang jelas, lanjutnya, kemungkinan pergantian pelatih bisa saja terjadi. Sebab, segala perubahan yang terjadi semuanya tetap mengacu aspirasi yang berkembang, demi kemajuan Persibo.”Kita tunggu saja bagaimana perkembangan yang terjadi,” ucapnya.
Sementara itu, seorang pengurus Persibo yang enggan disebut namanya menjelaskan, sekarang ini Luciano Leandro sudah berada di Indonesia. Bahkan, ia telah sepakat dengan konsorsium LPI, mengenai gaji dan nilai kontrak.
“Akhir April ini, yang bersangkutan datang ke Bojonegoro,” jelasnya.
Mengenai posisi Sartono Anwar, katanya, tetap ada di Persibo dan menjabat sebagai Direktur Teknik Persibo. Dalam posisi ini, Sartono Anwar akan melakukan pemantauan pemain usia dini, untuk persiapan musim kompetisi mendatang.
Berdasarkan data, Luciano Leandro cukup dikenal di Indonesia. Ia pernah memperkuat PSM Makasar di era tahun 1990 hingga 2.000, dan bersamanya PSM Makasar, tergolong tim papan atas.(antarajatim)
Selengkapnya...
Selasa, 19 April 2011
Komite Pemilihan PSSI Buka Pendaftaran Ulang
Komite Pemilihan PSSI memberikan kesempatan kepada anggota-anggota PSSI untuk mengajukan pendaftaran ulang jika nama-nama calon yang mereka ajukan tidak disetujui oleh FIFA.
Hal tersebut dilakukan karena nama-nama yang telah dilarang oleh FIFA, yaitu George Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Bakrie, ternyata masih mendapat dukungan dari anggota-anggota PSSI.
Oleh karena itu, apabila hasil pertemuan antara ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, dengan FIFA tetap melarang ke-empat nama tersebut, maka anggota-anggota PSSI yang terlanjur mendaftarkan mereka harus merubahnya dengan nama-nama lain.
Agum, yang sudah bertolak ke Zurich pada Minggu (17/4) malam, dijadwalkan bertemu Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Direktur Asosiasi & Pengembangan FIFA Thierry Regenass pada pukul 10.30 waktu setempat, atau sekitar pukul 16.30 WIB.
Selengkapnya...
Imanuel Wanggai Absen Setengah Tahun
Kabar buruk menimpa Persipura Jayapura dan timnas Indonesia, gelandang andalan klub asal Papua sekaligus gelandang timnas U-23, Imanuel Wanggai, harus istirahat selama enam bulan akibat cedera parah. Bahkan Wanggai harus melakukan operasi untuk mempercepat masa penyembuhan cederanya.
"Tim dokter sudah memvonis kalau Manu (sapaan akrab Imanuel Wanggai) harus absen selama enam bulan, karena cedera yang dialaminya cukup parah," kata pelatih kepala Persipura, Jaksen F. Tiago.
"Tim dokter juga sudah menyarankan agar dilakukan operasi untuk mempercepat pemulihan cedera. Kita harapkan Manu cepat sembuh agar bisa bergabung lagi dengan tim, dia pemain yang sangat bagus."
Sementara itu, Jacksen mengakui bahwa klubnya tidak akan terlalu kehilangan sosok seorang Manu, karena Persipura masih memiliki stok gelandang yang mampu menggantikan perannya.
"Kita masih punya pemain yang bisa dioptimalkan untuk menggantikan peran Manu. Di Persipura sendiri, kualitas pemain inti dan cadangan tidak ada perbedaan, semua siap dimainkan saat kita butuhkan," ujar Jacksen.
Selengkapnya...
Rahmad Darmawan Ditunjuk Tangani Tim SEA Games
Rahmad Darmawan ditunjuk sebagai pelatih timnas U-23 untuk SEA Games melalui hasil seleksi yang dilakukan satuan pelaksana program Indonesia Emas (Satlak Prima) bersama Badan Tim Nasional (BTN) BTN PSSI.
Persiapan jelang SEA Games tinggal hitungan bulan. Salah satu agenda dalam proses tersebut adalah pemilihan pelatih timnas sepakbola sesuai arahan dari Satlak.
Setelah melalui proses seleksi dan presentasi program, Rahmad ditunjuk menyisihkan pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso. Hanya, masih ada tanda tanya seputar penunjukan tersebut.
“Telah diputuskan Rahmad Darmawan akan menjadi pelatih timnas untuk SEA Games di Palembang, November mendatang,” papar deputi bidang teknik BTN, Iman Arif, kepada wartawan di Menara Kadin, Selasa (19/4) sore.
“Namun, proses penunjukan ini masih menanti persetujuan dari Persija Jakarta dan Rahmad sendiri.”
Iman menambahkan, Rahmad akan mendapat gaji Rp7 juta per bulan dan akan bekerja sama dengan pelatih timnas senior Alfred Riedl. Sesuai dengan perjanjian kontrak, Riedl tetap mensupervisi timnas U-23 dengan gaji US$3000 per bulan.
Kontrak Rahmad di Persija akan berakhir Agustus, sehingga sang pelatih meminta semacam jaminan dari BTN karena dia tidak bisa mendapatkan kontrak baru, baik dari Persija maupun tim lain, jika menangani tim SEA Games hingga November.
Rahmad akan tetap menggunakan staf kepelatihan yang sudah ada, yaitu Widodo C Putro dan Edy Harto. Ada kemungkinan Rahmad menyertakan asistennya di Persija, Satria Bagja, ke dalam skuad timnas.
Persiapan tim saat ini dalam tahap mengumpulkan nama-nama pemain. Dari dua kompetisi yang ada, Superliga Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI), diminta mengirimkan masing-masing 22 nama yang pantas memperkuat timnas. Semua pemain akan menjalani pelatihan bersama di Batujajar selama dua pekan bulan depan. Dari situ, akan disaring 30 nama yang akan menjalani seleksi tahap akhir di Jakarta sampai menghasilkan 20 nama.
Program persiapan ini masih dapat berubah karena Iman mendapat kepastian penyelenggaraan turnamen AFF U-23 di Jakarta, 18-30 Juli mendatang. Karena sifat turnamen berada di luar agenda persiapan SEA Games yang dikomando Satlak, belum dapat dipastikan tim mana yang akan diturunkan di ajang itu termasuk siapa pelatihnya.
Selengkapnya...
FIFA Tetap Tolak George Toisutta & Arifin Panigoro
Ketua Normalisasi Agum Gumelar mengungkapkan, FIFA tetap berpegang kepada keputusannya yang dikeluarkan 4 April lalu mengenai empat nama yang tidak bisa dicalonkan lagi pada kongres pemilihan ketua dan wakil ketua umum, serta anggota komite eksekutif [Exco] PSSI periode 2011-15.
Berdasarkan keputusan FIFA pada 4 April lalu, keempat nama yang tidak bisa dicalonkan lagi pada kongres 20 Mei mendatang adalah Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.
Melalui sambungan internasional dengan sejumlah wartawan beberapa saat lalu, Agum mengatakan, dirinya sudah berusaha mengakomodir keinginan para pemilik suara mengenai keputusan Komite Darurat FIFA tentang keempat nama tersebut.
“Dalam pertemuan itu, FIFA tetap memerintahkan agar kami tetap berpegang kepada surat FIFA tanggal 4 April lalu. Kalian bisa menyimpulkan sendiri,” ujar Agum.
Sebelumnya, kelompok 78 pemilik suara bersikeras untuk tetap mencalonkan George dan Arifin sebagai ketua dan wakil ketua umum, serta anggota Exco PSSI periode 2011-15. Agum lalu membawa keinginan kelompok tersebut dalam pertemuannya dengan FIFA hari ini.
Selengkapnya...
Minggu, 17 April 2011
PSPS Berharap Fance Haryanto Tampil Maksimal
Setelah gagal mempertahankan rekor seri menghadapi Arema Indonesia dengan kebobolan empat gol, PSPS kembali menghadapi salah satu tim kuat lainnya yakni Persib Bandung, Senin (18/4), di Stadion Siliwangi Bandung. Harapan ditumpukan di bawah mistar gawang agar tidak kebobolan banyak gol lagi.
Fance Haryanto bakal dipercaya tim pelatih untuk menjadi orang terakhir di bawah mistar untuk membendung striker Persib, Cristian “El Locco” Gonzales. Ketajaman penyerang Timnas Indonesia ini pun tak bisa diragukan lagi. Fance dipercaya karena Dede Sulaiman mengalami sedikit cedera di bibir dan paha dalam laga sebelumnya.
Untuk itu, Fance diharapkan mampu bermain maksimal dan menunjukkan kualitasnya. Laga ini hanya berselang dua hari sesudah pertandingan di Malang kemarin. Kondisi fisik yang lelah setelah menempuh perjalanan juga harus dapat diimbangi para pemain dengan istirahat.
“Selain untuk rotasi, Dede sengaja diistirahatkan untuk menjaga kondisi dan memulihkan cedera ringan yang dialaminya. Di awal kami akan percayakan kepada Fance,” ungkap Indra Surya, pelatih kiper PSPS saat dihubungi Riau Pos, Ahad (17/7).
PSPS yang mempunyai rekor bagus ketika berlaga di Stadion Siliwangi diharapkan dapat meraih poin agar beranjak dari papan bawah karena lawan-lawan tandang selanjutnya cukup berat meraih poin.
“Tidak ada latihan lagi, karena jeda waktu yang sangat singkat. Pemain sengaja diistirahatkan setelah menempuh perjalanan jauh, agar dapat maksimal saat melawan Persib besok (hari ini, red),” ujar pelatih Abdul Rahman Gurning.
Selengkapnya...
Sriwijaya Maksimalkan Pertandingan Sisa
Sriwijaya FC akan memaksimalkan tim dalam menghadapi pertandingan sisa seperti kompetisi Liga Super Indonesia dan AFC Cup selama 2011 yang diikuti sekarang ini.
Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri H Hendri Zainuddin di Palembang, Senin, mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan tim dalam menghadapi pertandingan mendatang.
Sebagaimana Sriwijaya FC, usai menjamu Bontang FC akan menghadapi Persib Bandung pada Jumat (22/4) setelah itu dijamu Song Lam Nghe An, Vietman pada Selasa (26/4).
Lebih lanjut dia mengatakan, pertandingan tersebut cukup berat karena waktunya sangat singkat
Dengan jadwal yang cukup singkat tersebut akan mengakibatkan pemain kelelahan sehingga pihaknya akan mengatur waktu, ujar dia lagi.
Walau jadwal padat, timnya harus bermain maksimal dalam menghadapi pertandingan nanti, ujar dia.
Bertanding secara maksimal itu supaya Sriwijaya FC bisa tampil berprestasi, ujar dia.
Bedasarkan data, jadwal pertandingan Sriwijaya FC dalam putaran kedua Liga Super Indonesia dan piala AFC cukup padat.
Sriwijaya FC diantaranya akan dijamu Persib, Jumat (22/4) kemudian berangkat menuju Vietman untuk mengikuti AFC pada, Selasa (26/4).
Selanjutnya Sriwijaya FC dijamu VB Sport Maladewa pada Rabu (4/5), kemudian Laskar Wong Kito menjadi tuan rumah pertandingan Liga Super Indonesia menjamu Persija, Minggu (29/5)
Selengkapnya...
Bali Devata Ditahan Minangkabau FC
Bali Devata tidak mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang setelah hanya mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Minangkabau FC di Stadion Dipta, Gianya, dalam pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI], Minggu [17/4].
Raihan hanya satu angka itu membuat Bali Devata berada di peringkat tujuh klasemen sementara dengan nilai 22. Torehan angka tersebut sama dengan Batavia Union dan Persibo Bojonegoro, namun Bali Devata kalah selisih gol.
Bagi Minangkabau FC, tambahan satu angka belum mengangkat posisi tim dari papan bawah. Minangkabau FC tetap berada di peringkat ke-14 dengan nilai 15. Koleksi poin Minangkabau FC sama dengan Bintang Medan dan Solo FC, namun kalah selisih gol.
Kendati tampil di kandang, Bali Devata mendapat kesulitan untuk meladeni permainan tim tamu. Sebaliknya, Minangkabau FC mampu bermain tanpa beban, dan memberikan tekanan ke pertahanan tuan rumah. Minangkabau FC pun mendominasi permainan di babak pertama.
Di babak kedua, permainan Bali Devata mampu memperbaiki performanya, dan berbalik menekan pertahanan Minangkabau FC. Serangan sporadis yang dilancarkan Bali Devata memaksa pertahanan tim tamu bekerja keras.
Setelah melakukan tekanan dengan menerapkan umpan panjang, Bali Devata akhirnya berhasil unggul lebih dulu menit ke-56. Tandukan Ketut Mahendra memanfaatkan sepak pojok Jun Hee Bok berhasil membobol gawang Minangkabau yang dikawal Agus Murod Alfarizi.
Walau mendapat tekanan dan tertinggal satu gol, Minangkabau FC tidak mau menyerah begitu saja. Tendangan bebas Mario Karlovic pada menit ke-77 menjebol gawang Agus Purwanto.
Kecolongan oleh gol tim tamu, Bali Devata semakin meningkatkan intensitas serangannya untuk kembali unggul. Namun, hingga pluit panjang ditiupkan wasit, upaya Bali Devata untuk meraih kemenangan tidak berhasil diwujudkan.
Selengkapnya...
manado united tahan imbang persema
Persema Malang gagal mengambil alih posisi puncak klasemen sementara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Manado United di Stadion Klabat dalam pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI], Minggu [17/4].
Raihan satu angka ini membuat Persema tertahan di posisi kedua dengan nilai 30. Koleksi angka Persema sama dengan Persebaya 1927 yang memuncaki klasemen, namun tim Laskar Angling Dharma kalah selisih gol.
Begitu juga dengan Manado United yang tidak beranjak dari posisi ke-17 usai mengumpulkan poin sepuluh. Walau mengumpulkan angka sama dengan Tangerang Wolves, Manado United kalah selisih gol.
Dalam pertandingan ini, Manado United dan Persema memperagakan permainan terbuka, dengan saling menyerang ke pertahanan lawan untuk meraih kemenangan. Sejumlah peluang mencetak gol terjadi pada kedua tim itu, tetapi selalu gagal.
Pada menit ke-21, Manado United mendapatkan peluang. Tapi umpan silang Amaral kepada Eguene Dadi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ujung tombak tuan rumah tersebut.
Manado United terus memberikan tekanan kepada Persema. Pada menit ke-39, Amaral kembali memberikan umpan terobosan kepada Eugene, namun dapat dihalau penjaga gawang Sukasto Efendi yang bermain gemilang.
Peluang Persema diperoleh melalui M Kamri. Namun bola yang ditendang gelandang tim tamu tersebut hanya melebar dari gawang Manado United yang dikawal Bogey.
Di babk babak kedua, Manado United dan Persema Malang berupaya mengganti sejumlah pemain untuk mengubah irama permainan. Manado United menarik Eugene dan memasukkan Andi Supendi, serta Razi Alkarani digantikan Felix Timbowo. Sedangkan Persema menarik Irfan Bachdim dan memasukkan Angga, serta Reza digantikan Izak.
Kendati telah melakukan sejumlah pergantian pemain, baik Manado United maupun Persema tidak berhasil mengubah keadaan. Peluang yang diperoleh tidak bisa diselesaikan dengan baik. Skor imbang tanpa gol ini bertahan hingga pertandingan berakhir.
Selengkapnya...
Persisam di selamatkan
Gol bunuh diri bek Persijap Jepara Anam Syahrul membuat Persisam Samarinda terhindar dari kekalahan, dan harus puas bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11 di Stadion Segiri, Minggu [17/4].
Tambahan satu angka ini tidak mengubah posisi Persisam di klasemen sementara. Tim Elang Borneo tetap berada di peringkat keenam dengan nilai 33. Persisam terpaut satu angka dari Sriwijaya FC yang berada satu tangga di atasnya.
Sedangkan Persijap berhasil memperbaiki posisi satu strip. Tim Laskar Kalinyamat naik ke peringkat sepuluh dengan nilai 24. Persijap unggul satu poin dari Pelita Jaya.
Tampil di hadapan publiknya sendiri, Persisam menguasai permainan sepanjang 90 menit. Hanya saja, Persisam terbentur ketangguhan M Yasir di bawah mistar, karena mampu mementahkan peluang yang diperoleh Persisam.
Sebaliknya, Persijap lebih cenderung bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik. Kecemerlangan M Yasir di pertandingan ini menumbuhkan kepercayaan diri tim tamu. Apalagi pada laga sebelumnya, M Yasir menjadi penyebab kekalahan Persijap.
Laga baru berjalan dua menit, Persisam sudah mendapatkan peluang emas melalui Fandi Mochtar. Namun tandukan Fandi dapat dihalau M Yasir. Persisam terus menggedor pertahanan Persijap.
Keasyikan menyerang membuat Persisam lengah dalam pertahanan. Pada menit ke-16, legiun asing Persijap asal Argentina melepaskan tendangan keras yang tidak bisa dibendung kiper Wawan Hendrawan. 1-0 untuk keunggulan Persijap.
Merasa kecolongan, Persisam meningkatkan daya dobrak ke pertahanan Persijap untuk mengejar ketertinggalannya. Empat menit kemudian, upaya Persisam melalui Julio Lopez kembali dibendung M Yasir.
M Yasir menjadi momok bagi barisan depan Persisam. Kiper berkepala plontos ini berkali-kali melakukan aksi penyemalatan gemilang. Tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-31, tapi tendangan Ronald Fagundez menerpa mistar gawang. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Persisam yang merasa penasaran mengalami kesulitan membobol gawang M Yasir tidak mengendurkan serangannya. Bisa dibilang babak kedua dikuasai sepenuhnya oleh tim besutan Hendri Susilo itu.
Pada menit ke-51, M Yasir berhasil menepis tendangan Irsyad Aras. Bola muntah langsung disambut sundulan Fandi, tapi bola mengarah ke mistar gawang. Selang satu menit kemudian, giliran tendangan Lopez yang dimentahkan M Yasir.
Setelah berkali-kali melakukan tekanan, Persisam akhirnya bisa mendapatkan gol lewat bunuh diri Anam di menit ke-88. Anam yang berusaha menyundul bola ke arah M Yasir hasil tendangan Irsyad justru tidak sempurna, dan si kulit bundar merobek jala Persijap.
Persijap nyaris membawa pulang tiga angka menjelang pertandingan berakhir. Namun Alberto 'Beto' Goncalves gagal menyelesaikannya dengan sempurna ketika memanfaatkan bola muntah yang tak bisa ditangkap dengan baik oleh Wawan. Bola tendangannya melambung di atas mistar gawang. Skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir.
Selengkapnya...
real mataram petik poin penuh
Setelah tidak pernah menang di sepuluh laga sebelumnya, Real Mataram akhirnya bisa meraih angka penuh usai mengalahkan Batavia Union 3-2 dalam pertandingan Liga Primer Indonesia [LPI] di Stadion Mandala Krida, Minggu [17/4].
Kendati demikian, posisi Real Mataram tidak mengalami perubahan di klasemen sementara. Real Mataram tetap berada di peringkat 15 dengan nilai 13, dan hanya unggul dua angka dari Tangerang Wolves.
Sebaliknya, kegagalan mendulang angka penuh membuat Batavia Union tidak berhasil merebut peringkat tiga, dan harus puas tetap berada di posisi lima dengan koleksi nilai 22.
Real Mataram mengawali laga dengan tidak baik. Sedangkan Batavia Union mampu memberikan tekanan ke pertahanan tuan rumah. Peluang diperoleh Juan Cortez dan Javier Rocha berhasil dimentahkan kiper Santoso.
Pertandingan berlangsung setengah jam, Real Mataram mulai menemukan bentuk permainan. Serangan yang dilancarkan Real Mataram membuahkan hasil pada menit ke-36 melalui tendangan Andrid Wibowo yang gagal diantisipasi Toldo.
Menjelang babak pertama usai, Real Mataram memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 melalui Fernando Soler usai menyambut umpan Bisri Mustofa. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.
Real Mataram tak mengurangi agresivitasnya di babak kedua. Melalui serangan cukup cepat yang dilancarkan Fernando Soler, pemain asing Real Mataram ini memperbesar keunggulan setelah babak kedua berjalan satu menit.
Ketinggalan tiga gol membuat Batavia Union meningkatkan tempo permainan. Serangan yang dilancarkan membuahkan hasil pada menit 57 melalui tendangan Juan Cortez dari titik penalti. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Zainal Abidin terhadap Tantan.
Dua menit sebelum pertandingan berakhir, Batavia Union mampu memperkecil ketertinggalannya melalui tendangan Iskandar. Di waktu tersisa, tim tamu berusaha menyamakan kedudukan, namun menemui kegagalan. Skor 3-2 pun bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.
Selengkapnya...
Nurdin Halid Masih Berpeluang Jadi Ketua Umum PSSI
Empat calon yang sebelumnya telah dianulir oleh Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yaitu, Jendral George Toisutta, Arifin Panigoro, Nirwan Bakri serta Nurdin Halid bisa mendaftarkan diri untuk ikut dicalonkan kembali memperebutkan kursi Ketua Umum PSSI pereode 2011-2015.
Demikian disampaikan oleh salah satu anggota Komite Normalisasi PSSI Samsul Ashar. Kesempatan keempatnya untuk kembali maju tertuang dalam hasil pertemuan Komite Normalisasi PSSI dengan ketua umum tim sepakbola di Jakarta pada 14 April lalu.
"Komite Normalisasi akan bertemu dengan FIFA menjelaskan progres rapor perkembangan yang terjadi di tubuh PSSI selama proses pemulihan," kata Samsul Ashar kepada GOAL.com Indonesia, Minggu (17/4)
Masih kata pria yang juga menjabat sebagai Walikota Kediri itu, Komite Normalisasi PSSI berharap, semua upaya yang dilakukan untuk memulihkan induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu nantinya dapat diterima oleh FIFA. (gk-29)
Selengkapnya...
Kamis, 14 April 2011
Calon Anggota EXCO PSSI Ramai Pelamar
Ketua Umum PSSI Kalbar, Zulfadhli, menyatakan siap maju menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.
"Saya siap maju menjadi salah satu anggota Exco PSSI. Saya sekarang lebih banyak di Jakarta," kata Zulfadhli yang juga anggota DPR RI ini di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pihaknya sudah mengambil formulir pendaftaran untuk ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Exco PSSI.
"Untuk ketua umum dan wakil ketua umum akan kami rembukkan lagi. Kami masih menunggu beberapa hari ini," katanya.
Sementara itu mantan pemain tim nasional, Bob Hippy, juga menyatakan siap maju menjadi salah satu calon anggota Exco.
Meski mengaku sudah mendapat dukungan dari pemilik suara, Namun Bob belum menyebutkan pihak mana yang mendukungnya.
"Saya memang diusulkan anggota PSSI untuk maju sebagai anggota Exco," katanya.
Pada masa mendatang, menurut Bob, kepengurusan PSSI harus fokus pada pembinaan sepak bola usia dini.
"Langkah pertama yang perlu dibenahi adalah manajemen PSSI, pembenahan pembinaan usia dini dan adanya hubungan yang erat antara kompetisi dan PSSI," katanya.
Pada hari ketiga pendaftaran untuk Exco ini, PSSI menerima enam pengambil formulir pendaftaran di antaranya tim sukses Erwin Aksa dan perwakilan dari Persipuja Puncak Jaya. (ant/end)
Selengkapnya...
Persija Restui RD ke Timnas
Jalan Rahmad Darmawan untuk membesut tim nasional tampaknya semakin lapang. Hal tersebut menyusul restu yang dikeluarkan manajemen Persija Jakarta, untuk bersedia melepas pelatih mereka.
"Menangani tim nasional adalah puncak karir semua pelatih di dunia. Untuk itu, saya percaya Rahmad Darmawan juga memiliki cita-cita tersebut. Sehingga, kami hanya bisa mendoakan dan mendukung jika itu jalan yang tepat dan ingin ditempuhnya," terang Manajer sekaligus pengelola Persija, Harianto Badjoeri kepada BOLA.NET, di Jakarta (14/4).
Meski demikian, Badjoeri mengaku berat melepas RD-panggilan Rahmad Darmawan- ke timnas. Pasalnya, Persija sedang berada pada posisi yang genting untuk merealisasikan target Juara Indonesia Super Liga (ISL) 2010/2011. Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut meminta agar pemerintah membayar kompensasi penuh atas pemanggilan Rahmad.
“Kami sedang berada di posisi keempat dan butuh konsentrasi penuh untuk menghadapi sisa laga yang ada agar bisa bersaing merebut gelar juara. Apalagi, sejak awal, kami memang menargetkan Rahmad Darmawan untuk mewujudkan ambisi Juara,” lanjutnya.
Seperti dikabarkan oleh manajemen Persija, RD masih terikat kontrak hingga akhir Juni 2011. Menurut Badjoeri, pihaknya akan berusaha mencari pelatih baru untuk mendampingi Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bila Rahmad terpilih nantinya (esa/fjr)
Selengkapnya...
KM Bentuk Komite Pemilihan Dan Banding
Sesuai keinginan kelompok 87, Pra-Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya terlaksana.
Pra-Kongres antara Komite Normalisasi (KN) dan kelompok 87, menghasilkan keputusan membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) baru.
Bahkan, hasil Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, turut disahkan sebagai Komite Pemilihan untuk Kongres PSSI pada 20 Mei mendatang.
Sebelumnya, sudah beredar kabar jika antara Komite Normalisasi dan kelompok 87, dikabarkan telah mencapai kesepakatan, Rabu (13/4) malam. Namun, mengenai kebenarannya, belum dapat dipastikan kebenarannya.
Harbiansyah didapuk menjadi Ketua Komite Pemilihan, ditambah dua orang lagi yakni, Sabaruddin La Bamba, Harbiansyah, Wisnu Wardhana, Hariyandra, Erizal Anwar, Usman Fakaubun, Dirk Soplanit, M Yasin dan HM Baryadi dengan cadangan Agus Santosa, Lambert Tukan dan Robertus Indratno.
Sedangkan untuk Komite Banding Pemilihan (KBP), tidak ada perubahan, seperti hasil dari Kongres PSSI di Pekanbaru dengan Ketuanya, Achmad Riyadh, dengan anggotanya, Umuh Muchtar, Rio Denamore, dengan dua anggota cadangan yakni, Abdullah Pala dan Mohamad Muhdar. (esa/zul)
Selengkapnya...
komite pemilihan berubah
Upaya kelompok 78 pemilik suara yang mengklaim mendapat dukungan 87 suara untuk menjadikan pertemuan dengan Komite Normalisasi menjadi kongres, Kami [14/4], di Jakarta akhirnya membuahkan hasil.
Dari agenda itu dihasilkan keputusan terbentuknya Komite Pemilihan dan Komite Banding menghadapi kongres pemilihan ketua dan wakil ketua umum serta anggota komite eksekutif [Exco] PSSI pada 20 Mei nanti.
Hasil ini berbeda dengan keputusan FIFA yang merujuk kepada Statuta FIFA artikel 7 paragraf 2 mengenai pembentukan Komite Normalisasi. Dalam putusannya, Komite Normalisasi juga bertindak sebagai Komite Pemilihan.
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengatakan, pertemuan pihaknya dengan pemilik suara ini akhirnya berubah menjadi kongres PSSI. Hasil kongres itu akan dilaporkan ke FIFA pada 19 April mendatang saat bertemu dengan presiden FIFA Sepp Blatter.
“Pertemuan ini sudah berubah menjadi kongres. Kami memutuskan beberapa hal, yakni pembentukan Komite Pemilihan, Komite Banding, dan menyelesaikan draft electoral code,” ujar Agum.
Personel Komite Pemilihan yang dibentuk tidak jauh beda dengan hasil kongres yang digelar kelompok 78 pemilik suara di Pekanbaru. Harbiansyah Hanafi tetap menjadi ketua, serta Wisnu Wardana dan Hadiyandra sebagai wakil ketua dan sekretaris. Anggota terdiri dari Dirk Soplanit, Mohammad Yasin, Usman Fakaubun, Erizal Anwar, Sabarudin Labamba, dan HM Baryadi.
Tiga cadangan anggota Komite Pemilihan juga sudah terpilih, yakni Agus Santoso, Lamber Toekan, dan Robertus Indratno.
Sementara tiga personel Komite Banding terdiri dari Ahmad Riyadh sebagai ketua dengan wakilnya Umuh Muchtar dan Rio Denamore menjadi anggota. Sedangkan cadangannya adalah Mohammad Muhdar dan Abdullah Palla.
Selengkapnya...
Rabu, 13 April 2011
BTN Panggil Kembali Boas
Top skor sementara Liga Super Indonesia dengan 20 gol, Boaz Solossa, kembali dipanggil untuk masuk skuad Timnas Indonesia Senior untuk persiapan Pra Piala Dunia 2014.
Indonesia akan bersua Turkmenistan di ajang tersebut. Leg pertama, skuad asuhan Alfred Riedl itu akan melawat ke markas Turkmenistan pada 23 Juli dan lima hari kemudian baru menjadi tuan rumah.
Melalui Badan Tim Nasional (BTN), Boaz kini dipanggil kembali untuk memperkuat "Merah Putih" meski sebelumnya Riedl pernah mencoret Boaz dari timnas Piala AFF 2010 lalu. Keputusan ini diambil setelah Boaz tak kunjung memenuhi panggilan PSSI untuk melakukan pemusatan latihan (pelatnas).
"Saya sudah kontak Boaz melalui telepon dan memintanya kembali bergabung. Selain itu, kami juga menghubungi Jacksen F. Tiago,'' kata Deputi Bidang Teknik BTN, Iman Arif.
Diperkirakan, Jacksen rencananya akan mendampingi Riedl sebagai asisten pelatih. Sementara untuk Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan (Persija Jakarta) atau Aji Santoso (Persebaya 1927) yang akan diproyeksikan sebagai pelatih harian.
"Keduanya akan diminta untuk memaparkan program mereka dalam enam bulan ke depan," lanjut Iman.
Dari dua nama ini, Rahmad memiliki peluang besar sebagai pendamping Riedl. Sebab, sebelum diwacanakan oleh Satlak Prima, nama Rahmad telah disebut-sebut oleh BTN bakal mendampingi Rield.
"Tadi juga mayoritas lebih condong kepada Rahmad Darmawan. Aji mungkin lebih diproyeksikan sebagai asisten pelatih saja," katanya.
Selengkapnya...
Agum: LPI Hanya Turnamen
Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar, akhirnya mengambil keputusan bahwa Liga Primer Indonesia tak dibubarkan dan tetap berjalan.
Seperti diketahui, FIFA sebelumnya telah memerintahakn kepada KN untuk segera menyelesaikan masalah LPI yang dianggap mereka liga ilegal karena berjalan di luar PSSI.
FIFA pun memberi dua alternatif kepada LPI yakni menghentikannya atau mengakomodirnya dibawah supervisi PSSI.
Namun Agum menegaskan LPI bukanlah sebagai liga namun hanyalah sebuah turnamen yang akan berada dibawah supervisi KN sebagai pengambil alih tugas PSSI.
"Keputusan KN berdasarkan petunjuk FIFA, yaitu akan mengakomodir seluruh kegiatan LPI di bawah supervisi PSSI sampai kompetisi berakhir," ujar Agum, Senin, (11/4).
“Setelah melakukan komunikasi dengan PT Liga Indonesia dan konsorsium LPI, kami memutuskan LPI akan diakomodir hingga kompetisi berakhir, dan PSSI bertindak sebagai supervisi,” tambahnya.
Menurut Agum, keputusan ini adalah yang terbaik dan sudah dikomunikasikan dengan semua pihak terkait.
Selengkapnya...
Tekad Persela Menang di Kandang
Kapten tim Persela Lamongan Fabiano Beltrame, absen saat akan menjamu Pelita Karawang, dalam lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Surajaya, Rabu (13/04).
Namun pelatih Persela, Subangkit yakin walau tanpa kehadiran Beltrame timnya akan mendapatkan poin penuh, pasalnya beberapa pemain yang berada diposisi sama kini bisa dimainkan kembali setelah absen beberapa pertandingan.
Walaupun yakin akan mendapatkan kemenangan, Subangkit tetap mengintruksikan pasukannya bahwa harus waspada, pasalnya Pelita mereka masih memiliki duet Safee dan Juan yang berbahaya dalam penyerangan.
"Pelita Jaya merupakan tim yang bagus, dan punya duet striker bagus, yakni Safee Sali dan Juan Ramirez. Semua pemain harus waspada, walaupun mereka sekarang berada di posisi bawah," tuturnya.
"Walau Beltrame absen di pertandingan nanti, tapi posisinya akan digantikan Charis Yulianto dan Mustafic Fahrudin. Mereka sudah bisa dimainkan saat melawan Pelita Jaya," tambahnya.
Zulham Zamrun yang absen karena akumulasi kartu kuning, kini sudah bisa dapat dimainkan kembali. Tampilnya Zulham akan menambah daya gedor Persela Lamongan.
Subangkit menjelaskan bahwa saat ini stamina dan mental tim dalam keadaan baik, apalagi mengenai motivasi untuk mendapatkan poin penuh di kandang merupakan tekad dari semua anak asuhnya.
"Motivasi dan mental pemain dalam kondisi bagus, yang paling penting, kami sudah bertekad merebut semua kemenangan di kandang, setelah di putaran pertama mendapatkan hasil kurang bagus," jelasnya.
Selengkapnya...
Hat-trick Edward Wilson Permalukan Deltras
Semen Padang (SP) meraih kemenangan tandang pertamanya di Liga Super Indonesia (LSI) usai mempermalukan tuan rumah Deltras Sidoarjo dengan skor telak 3-0, hasil hat-trick penyerang Edward Wilson Junior, Selasa (14/4).
Tambahan tiga angka ini membuat SP terus menguntit Persipura Jayapura yang masih tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara LSI. Tim berjuluk "Kabau Sirah" itu kini mengemas 38 poin, terpaut enam poin dengan Persipura.
Sedangkan bagi Deltras, ini kali pertama mereka menelan kekalahan di kandang sendiri. Posisi mereka sendiri tak berubah masih di peringkat 11 dengan 22 poin.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, itu sempat ditunda selama satu setengah jam lantaran hujan yang mengguyur lapangan. Imbasnya, lapangan menjadi becek dan membuat kesulitan kedua tim bermain baik karena laju bola sering terhambat.
"Deltamania" terhenyak saat Edward Wilson menjebol gawang The Lobster yang dikawal Usman Pribadi di menit ke-32 memanfaatkan umpan Fendri Mofu.
Petaka datang jelang turun minum bagi Deltras setelah mantan pemain SP asal Brasil, Marcio Souza, diganjar kartu kuning kedua sekaligus kartu merah oleh wasit asal Malaysia, Rosyid bin Syahrul, karena melakukan pelanggaran keras.
Unggul pemain tak membuat SP leluasa menyerang. Justru taktik pelatih SP, Nil Maizar, yang mengintruksikan anak asuhnya agar bersabar dan merapatkan barisan pertahanan, membuat Deltras kesulitan membongkarnya.
Pada menit ke-78, giliran SP harus bermain sepuluh orang setelah Tommy Rifka juga diberi kartu merah. Namun SP justru kembali unggul 2-0 melalui Edward Wilson lagi. Berawal dari kesalahan fatal dilakukan bek Deltras asal Australia, Steve Hesketh, ketika memberi back pass kepada Usman di menit ke-79 . Sayang, laju bola sempat tersendat air yang membuat ia mampu mencurinya dan memperdaya Usman untuk mencetak golnya yang kedua.
Satu menit sebelum bubar, Deltras kembali terpuruk setelah Wilson melengkapi gol ketiga sekaligus mencetak hatrick di pertandingan ini dengan sebuah tendangan keras kaki kirinya. Gol ini sendiri menjadi yang ke-14 bagi penyerang asal Liberia itu, selisih enam gol dengan pemimpin gol terbanyak saat ini, Boaz Solossa (Persipura Jayapura).
Usaha Deltras untuk mendapat gol hiburan pun kandas di masa injury time setelah tendangan penalti Cristiano Lopes hanya menerpa mistar gawang saja.
Selengkapnya...
Sepuluh Pemain Sriwijaya FC Bekap Song Lam
Sriwijaya FC semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup F Piala AFC 2011 setelah meraih kemenangan 3-1 atas wakil Vietnam Song Lam Nghe An dalam matchday ketiga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu [13/4].
Tambahan tiga poin itu membuat Sriwijaya FC mengumpulkan tujuh poin. Laskar Wong Kito unggul empat angka dari Song Lam yang hingga berita ini diturunkan menempati posisi kedua, mengingat pertandingan antara VB Sport [Maladewa] dan TSW Pegasus [Hong Kong] masih berlangsung.
Dalam pertandingan ini, Sriwijaya berusaha mendapatkan hasil maksimal dengan menerapkan permainan agresif. Sedangkan Song Lam yang mengandalkan pemain muda lebih memperkuat pertahanan sambil sesekali melakukan serangan balik cepat.
Setelah melakukan tekanan ke pertahanan lawan, dominasi Sriwijaya mulai membuahkan hasil pada menit ke-14 melalui tendangan bebas Keith Kayamba Gumbs yang besarang di kiri gawang.
Tertinggal satu gol, tidak mematahkan semangat Song Lam. Serangan balik cepat yang dikembangkan tim tamu membuat barisan pertahanan Sriwijaya kelimpungan. Akibatnya, Sriwijaya harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Bobby Satria diganjar kartu merah pada menit ke-34.
Bobby diusir setelah menarik pemain Song Lam yang berpeluang mencetak gol usai menerima umpan panjang. Pelatih Ivan Kolev pun langsung mengubah strategi dengan menarik keluar Oktovianus Maniani dan Claudiano. Kolev memasukkan M Ridwan dan Ahmad Jufriyanto.
Unggul jumlah pemain coba dimanfaatkan dengan maksimal oleh Song Lam untuk mengejar ketertinggalan. Namun peluang yang diperoleh tidak membuahkan hasil. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tidak mengalami perubahan.
Di babak kedua, Song Lam langsung memperagakan permainan terbuka untuk menyamakan kedudukan. Serangan dengan intensitas tinggi dan mengandalkan kecepatan pemain mudanya membuat barisan belakang Sriwijaya FC harus bekerja keras.
Usaha Song Lam untuk menyamakan kedudukan terwujud pada menit ke-58. Berawal dari tusukan di sektor kanan pertahanan Sriwijaya FC, bola langsung disambut Nguyen Chong Manh.
Sriwijaya berusaha bangkit setelah lawan berhasil menyamakan kedudukan. Walau bermain dengan sepuluh orang, Sriwijaya tetap mendapatkan peluang untuk kembali unggul. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Sriwijaya menemui kegagalan.
Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan ketika sundulan Thierry Gathuessi bersarang di gawang Tran Nguyen Manh pada menit ke-76, usai menyambut tendangan bebas Ponaryo Astaman di sektor kanan pertahanan Song Lam.
Selang dua menit kemudian, Sriwijaya FC semakin memperbesar keunggulannya melalui striker Budi Sudarsono. Usai menerima umpan panjang dari Ponaryo Astaman, Budi sempat menahan bola sebelum melepaskan tendangan pelan yang memperdayai Nguyen Manh.
Kebobolan dua gol saat unggul jumlah pemain membuat pelatih Song Lam Nguyen Huu Than menarik keluar penjaga gawangnya. Nguyen Manh ditarik keluar, dan digantikan Nguyen Huynh Quoc Cuong di menit ke-81.
Menjelang pertandingan berakhir, Keith Kayamba Gumbs berhasil menjebol gawang Song Lam. Namun wasit menganulir gol tersebut, karena menganggap bola sudah terlebih dahulu keluar lapangan terkena kaki pemain belakang Song Lam, sehingga menghasilkan sepak pojok. Kayamba Gumbs sempat mengajukan protes, dan akhirnya diganjar kartu kuning. Skor 3-1 ini bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.
Selengkapnya...
Senin, 11 April 2011
Persis Solo Harapkan Wasit Lebih Profesional
Pelatih Persis Solo, Ahmad Sukisno, meminta wasit yang memimpin pertandingan antara Persis melawan Gresik United (GU) dalam lanjutan kompetisi Liga Divisi Utama, di Stadion Manahan Solo, pada Kamis (14/4), lebih profesional.
"Kami tidak mau kejadian saat Persis menjamu Persemalra Maluku Tenggara, di Solo, terulang lagi," kata Ahmad Sukisno.
Menurut dia, timnya tidak melanjutkan pertandingan saat menjamu Persemalra, karena wasit betul-betul bertindak tidak adil dan selalu merugikan Persis Solo.
"Wasit sekelas Divisi Utama seharusnya lebih profesional dan bertindak adil," katanya.
Sementara Duet pelatih Persis Solo, Abdul Hafid Jamado dan Ahmad Sukisno juga menyatakan telah menemukan komposisi tim terbaiknya untuk menghadapi Gresik United.
Menurut dia, pihaknya menilai kondisi mental dan semangat pemainnya kini mengalami peningkatan, setelah mereka menerima pembayaran gaji bulanan.
Oleh karena itu, Sukisno berharap perkembangan positif tim yang dijuluki Laskar Sambernyawa itu dapat menjadi modal untuk meraih poin atas GU.
Menurut Sukisno, anak-anak kondisinya sudah ada peningkatan. Mereka pada dua hari terakhir ini, kondisinya siap tempur dan tinggal menjaga dan mendongkrak semangat agar lebih baik lagi.
Sukisno menyadari bahwa calon lawannya tim yang kuat sehingga perlu diwaspadai di semua lini.
Timnya secara teknis tak banyak menghadapi kesulitan saat menjamu GU. Yang penting di lapangan Persis tidak lagi dikecewakan oleh wasit.
Selama ini, kata dia, kegagalan timnya lebih banyak dipengaruhi kepemimpinan wasit atau asisten wasit yang tidak bagus.
"Kami khawatir jika hal itu masih terulang di Solo akan cepat merusak mental pemainnya," katanya.
Menurut Sukisno, timnya saat ini sudah berupaya melupakan kejadian pada pertandingan sebelumnya. Pemainnya diminta tetap berkonsentrasi menghadapi GU yang diperkuat tiga pemain asingnya. (ant/end)
Selengkapnya...
Persija dan Persitara Dukung Bang Yos
Dalam pencalonan kandidat Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), tim asal Jakarta tampaknya satu suara.
Persitara Jakarta utara menyatakan minatnya untuk mendukung Sutiyoso. Sebelumnya, Persija Jakarta lebih dulu mengusung pria yang akrab disapa Bang Yos tersebut untuk maju mencalonkan diri.
"Kami juga akan mengusung Bang Yos. Dalam waktu dekat ini kami juga akan mengirimkan surat dukungan kepada Komite Normalisasi," ungkap manajer Persitara, Rizal Hafid, kepada BOLA.NET, Senin (11/4).
Rizal menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sangat tepat memimpin PSSI. Sebab, Bang Yos dikenal sebagai sosok yang tegas dan lugas dalam memimpin.
"Bang Yos sangat tegas ketika menjadi menjadi Gubernur DKI. Nah, orang seperti itu yang dibutuhkan untuk membangun PSSI. Paling tidak, ketegasan Bang Yos akan menjadi senjata ampuh dalam memberantas mafia wasit dan sebagainya,” kata pria asal Makassar itu.
Selain itu, Daeng-panggilan Rizal Hafid, Persitara akan turut mencari dukungan ke sejumlah Pengprov PSSI dan klub yang mempunyai hak suara. "Kami memang tidak mempunyai suara dalam Kongres PSSI. Karena itu, yang akan kami lakukan untuk mensukseskan Bang Yos, mendekati sejumlah Pengprov dan klub yang mempunyai suara untuk memilih Bang Yos," pungkasnya. (esa/fjr)
Selengkapnya...
Terus Didesak Kelompok 78, Agum Lobi FIFA
Agum Gumelar segera merapat ke markas Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) di Zurich, Swiss, untuk bertemu dengan Presiden FIFA Sepp Blatter, Selasa (19/4) April mendatang.
Agum mengusung akan menjadi perantara kelompok 78 untuk melobi FIFA dalam "meloloskan" bakal calon Ketua Umum PSSI yang ditolak Komite Banding PSSI (Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toisutta) dan tidak boleh mencalonkan diri lagi.
Padahal, sesuai dengan surat FIFA, keempatnya dinyatakan tidak boleh mencalonkan diri dalam bursa Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.
"Keempat calon ini oleh FIFA memang tidak boleh dicalonkan lagi. Tapi untuk lebih jelasnya, saya akan ke FIFA untuk menanyakan langsung kepada Sepp Blatter, 19 April nanti," kata Agum, kepada BOLA.NET.
Sebelumnya Agum telah bertemu dengan kelompok 78 yang kini mengklaim menjadi 87 pemilik suara, di kantor PSSI, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (11/4) siang.
Agum berharap agar FIFA tidak kukuh berpegang kepada keputusan Komite Banding terdahulu yang mengugurkan keempat calon tersebut. Namun, beberapa pihak masih berharap semua calon (kecuali Nurdin Halid yang sudah dipastikan terganjal statuta FIFA) masih bisa diberi kesempatan. Termasuk, kelompok 78 yang sangat ngotot mempertahankan hal tersebut. (bola/esa)
Selengkapnya...
Komite Normalisasi: LPI Silakan Jalan Terus
Jakarta - Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) dipastikan dapat terus berjalan. Hal tersebut dijamin oleh Komite Normalisasi yang dipimpin Agum Gumelar.
Hal itu diterangkan Agum saat menggelar konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011) sore, terkait opsi merangkul atau menghentikan gelaran LPI.
"Kita tidak akan melaksanakan opsi kedua. Kita akan mengakomodir. Rangkaian aktivitas LPI di bawah PSSI melalui Komite Normalisasi," tutur Agum.
Joko Driyono yang telah ditunjuk sebagai acting Sekjen PSSI, menggantikan Nugraha Besoes yang telah mengundurkan diri, menambahkan bahwa LPI bisa menjalankan kegiatannya sampai musim ini selesai.
"Prinsipnya, kompetisi berjalan di bawah kendali PSSI. Masalah teknisnya akan dibahas tanggal 19 April, mengenai badan peradilan, wasit, komite banding, laporan-laporan dan lain-lain," tukas Joko.
"Itu dijalankan sampai dengan kompetisi LPI selesai. Setelah itu akan dibawa ke kongres (pengurus baru PSSI)."
(dtc/rin)
Selengkapnya...
Zarko Lazetic dan Samsul Arif Cetak Hattrick
Zarko Lazetic is back! Setelah absen hampir tiga pekan akibat cedera kaki kanan, striker Solo FC itu kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu bomber paling berbahaya di ajang Liga Primer Indonesia (LPI).
Pemain asal Serbia itu berperan besar dalam pesta gol Solo FC ke gawang Manado United dalam laga pekan ke-14 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (10/4). Zarko mencetak tiga gol dalam laga yang berakhir 7-3 untuk kemenangan tuan rumah itu. Selain Zarko, pada hari yang sama Samsul Arif juga mencatat hattrick kala Persibo menggilas Medan Chiefs 5-1.
Khusus untuk Zarko, selain menorehkanhattrick, dia juga punya andil atas lahirnya tiga gol Ksatria XI – julukan Solo FC – lainnya, karena memberi tiga umpan matang bagi rekan-rekannya.
Zarko mencetak gol pertama dua menit setelah peluit awal dibunyikan. Selanjutnya, dua gol kembali dilesakkan pemain berusia 29 tahun itu pada menit ke-40 dan 64. Sementara ketiga umpan matangnya berbuah gol penalti bagi David Micevski (13), Stevan Racic (58), dan Ricky Kristendi (’81).
HattrickZarko Lazetic ke gawang Manado United membuat koleksi golnya kini menjadi lima dalam delapan kali bermain. Kini namanya sejajar dengan para mesin gol LPI seperti Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Ilija Spasojevic (Bali Devata), Srecko Mitrovic (PSM), dan Wallace Rodrigues Da Silva (Tangerang Wolves).
Zarko sendiri memang menjadi salah satu pemain kunci bagi Solo FC. Tanpa kehadiran pemain yang mengawali kariernya di Parizan Beograde Junior ini, lini depan dan tengah Solo FC tampak pincang. Selama dia cedera dan menjalani operasi ke Serbia, Solo FC kesulitan membobol gawang lawan, apalagi memenangi pertandingan.
enurut Kesit Budi Handoyo, untuk sementara ini sosok Zarko memang belum tergantikan. Selain ciamik sebagai penyerang, Zarko juga rajin beroperasi di lini tengah. “Dalam pertandingan ini, kontribusinya sangat besar. Meski baru saja pulih dari cedera, tapi itu tidak berpengaruh banyak pada penampilannya," ujar CEO Solo FC itu.
Bagaimana dengan Samsul Arif? Penyerang muda Persibo ini juga membukukan hattrick saat timnya menaklukkan penghuni peringkat empat klasemen LPI, Medan Chiefs, 5-1, di Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro. Samsul mengoyak jaring gawang lawan masing-masing pada menit ke-22, 40, dan 83.
Dua gol Persibo lainnya dicetak Bagus Cahyono pada menit ke-47 dan 68. Sedangkan gol semata wayang Medan Chiefs dicetak Abdelhadi Laakkad memanfaatkan blunder pemain belakang Persibo pada menit ke-70.
Hasil impresif ini menabalkan nama Samsul Arif di jajaran elite topskor LPI hingga pekan ke-14 dengan raihan delapan gol. Namanya pun sejajar dengan bintang-bintang LPI lainnya seperti Irfan Bachdim (Persema), Juan Manuel Cortes (Batavia Union), dan Fernando Gaston Soler (Real Mataram). Keempatnya masih di bawah pemuncak topskor Emanuel De Porras dari Jakarta FC dengan sembilan gol. De Porras tercatat sebagai pencetak hattrick pertama LPI, ketika Jakarta FC mengalahkan tuan rumah PSM 4-1, Sabtu (26/3) malam.
“Samsul telah membuktikan kebintangannya pada malam ini. Ia memang pernah mengatakan bahwa nalurinya mencetak gol telah kembali. Dan, itu dia buktikan malam ini," tutur Fery Kodrat, CEO Persibo, usai pertandingan.
Samsul Arif memiliki julukan The Golden Boy alias anak emas, karena prestasinya yang mengagumkan sejak membela Persibo dari 2006. Setelah mengikuti kompetisi Divisi Satu PSSI, Samsul bersama Laskar Angling Dharma berhasil menjuarai Divisi Satu pada 2007. Setahun kemudian, Samsul dengan Persibo merasakan menjadi juara Divisi Utama. Sejak itu, banyak klub besar Divisi Utama mengincarnya.
Pada 2009, Samsul Arif sempat bergabung dengan Persela yang berlaga di kompetisi Indonesia Super Liga (ISL). Namun, Samsul hanya semusim di sana. Pemain asal Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, ini lantas bergabung kembali dengan kesebelasan tanah kelahirannya, Persibo.
Kariernya kian mengilap bersama Persibo era Divisi Utama ketika berhasil meraih gelar Bintang Emas Copa Indonesia 2008/2009 kategori Best Striker, dengan torehan delapan gol. Samsul berhasil menyingkirkan deretan striker lainnya yang lebih terkenal, seperti Boaz Solossa (Persipura), dan tiga penyerang asing Anoure Richard Obiora (Sriwijaya FC), Pablo Frances (Persijap), dan Alberto Gonzalves (Persipura).
Ia juga sempat menjadi bagian dari skuad timnas U-21 (2005-2006), dan timnas U-23 (2006-2008). Dengan kostum timnas U-23, Samsul sempat mengikuti kejuaraan Piala Kemerdekaan (2008). Kini, hingga pekan ke-14 LPI, dia telah mencetak delapan gol buat Persibo. Enam gol diciptakan di kandang Persibo, dan sisanya di pertandingan tandang. (EKS)
Selengkapnya...
Arema geser Persija
Arema Indonesia sukses menggeser ke posisi Persija Jakarta di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Super Indonesia usai menang tipis atas tim asal ibukota itu dengan skor 2-1, di Stadion Kanjuruhan, malang, Minggu (10/4).
Arema dan Persija sama-sama memiliki nilai 34, namun "Singo Edan" unggul selisih gol. Persija sendiri turun satu tingkat ke poisisi keempat.
Tuan rumah langsung unggul di menit kelima usai wasit asal Malaysia, Nagor Amir, memberi hadiah penalti usai Ismed Sofyan melanggar Roman Chmelo. Eksekusi dilakukan pemain asal Rep. Ceska itu dan mengoyak jala kiper Jendry Pitoy yang kali ini dipercaya pelatih Rahmad Darmawan menggantikan Hendro Kartiko.
Persija coba membalas lewat tandukan Eric Bayemi namun masih tipis di atas mistar gawang Arema yag dikawal Kurnia Meiga.
Justru di menit ke-17, striker Sunarto menggandakan keunggulan Arema menjadi 2-0 dengan tumitnya usai meneruskan tendangan Zulkifli Syukur. Sunarto sendiri diturunkan pelatih Miroslav Janu menggantikan peran Noh Alam Shah yag absen lantaran akumulasi kartu.
Di menit ke-21 usaha Persija melalui Greg Nwokolo kandas setelah tendangannnya dari sudut dekat hanya melebar di sisi kiri gawang Arema.
Babak kedua baru berjalan beberapa detik, sebuah sundulan striker mungil Aliyudin ditepis Kurnia Meiga. Masuknya Bambang Pamungkas (BP) rupanya membawa sedikit perubahan dimana daya gedor lebih bagus.
Puncaknya, saat laga menyisakan waktu empat menit lagi sebuah tandukan BP menyambut umpan Greg. Sayang, gol ini telat karena wasit Nagor Amir meniup peluit panjang kemenangan 2-1 tetap untuk kemenangan Arema.
Selengkapnya...
RESMI: Nugraha Besoes Dinonaktifkan
Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengungkapkan, Nugraha Besoes sudah dinonaktifkan sebagai Sekjen PSSI. Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan hasil rapat komite yang dibentuk FIFA tersebut, Senin [11/4].
Dalam keterangannya kepada wartawan, Agum mengatakan, tugas sekjen selanjutnya diserahkan kepada Joko Driyono. Sedangkan wakilnya adalah mantan staf ahli Menpora Djohar Arifin Panigoro.
"Hari ini kami mengeluarkan keputusan menonaktifkan saudara Nugraha Besoes sebagai Sekjen PSSI. Keputusan ini dikeluarkan setelah adanya surat pengunduran diri saudara Nugraha Besoes. Mengenai alasan pengunduran diri dia, saya tidak tahu," ujar Agum.
"Dengan demikian, kami telah memutuskan menunjuk saudara Joko Driyono sebagai acting Sekjen, dan saudara Djohar Arifin Husein sebagai acting wakil Sekjen. Dengan diangkatnya dua pejabat ini, mereka akan menggantikan tugas Sekjen sebelumnya."
Agum kembali menegaskan, di masa genting seperti ini, kesekretariatan PSSI tetap harus bisa berjalan. Karena itu, Komite Normalisasi tidak menginginkan kekosongan di kesekretariatan PSSI.
Selengkapnya...
Jumat, 08 April 2011
Piala Indonesia 2011 Mundur Sebulan
Mundurnya jadwal ini imbas dari kisruhnya persepakbolaan Indonesia terakit dengan Kongres pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 mendatang.
"Kami putuskan menunggu pemilihan pengurus baru PSSI selesai dulu. Kickoff Piala Indonesia mungkin dilakukan awal Juni karena kami tak ingin meninggalkan masalah buat pengurus baru nanti," kata CEO PT LI, Joko Driyono, Kamis (7/4) kemarin.
Seperti diketahui, Komite Normalisasi PSSI menjadwalkan menggelar Kongres Pemilihan Ketum PSSI, Waketum, dan anggota Exco pada 20 Mei atau lebih cepat sehari dari deadline FIFA.
Format Piala Indonesia tahun ini sama dengan tahun lalu dimana pesertnya adalah 32 tim yang berasal dari masing-masing 15 tim Liga Super Indonesia dan Divisi Utama plus finalis Divisi I.
"Saat ini kami belum tahu apa yang akan terjadi ke depan. Kami tidak mau persiapkan turnamen tidak matang. Apalagi, proses pergantian pengurus kali ini tidak mudah," sambung Joko yang juga menjadi salah satu anggota Komite Normalisasi.
Mundurnya jadwal ini berdampak pada berubahnya jadwal drawing dan technical meeting. Sedianya, agenda itu dilaksanakan pertangahan bulan ini dan akan membagi 32 kontestan dalam delapan grup dengan masing-masing diisi empat klub.
Sistem yang digunakan adalan home turnamen untuk babak 32 dan 16 besar. Setelah itu menggunakan system home and away dan sistem ini sama digunakan dalam Piala AFF 2010 lalu.
Delapan tim yang musim lalu menembus babak delapan besar Piala Indonesia menurut Joko Driyono memiliki prioritas untuk menjadi kandidat tuan rumah.
"Tapi kami kami menunggu pengajuan tim lainnya untuk jadi tuan rumah. Sejauh ini kami juga belum tahu pasti kapan undian dan technical meeting akan dilakukan. Yang pasti kami tak berharap Piala Indonesia molor lagi," papar pria asal Ngawi ini.
(Edp)
Bakal Calon Ketum PSSI Mulai Bermunculan
Meski pendaftaran bakal calon pengurus PSSI periode 2011–2015 akan dibuka empat hari lagi yakni mulai 12 sampai 17 April, beberapa nama sudah saling bermunculan dan mulai menebar minta dukungan
Sedikitnya delapan nama siap bertarung memperebutkan kekuasaan di PSSI mereka adalah Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan D Bakrie, Diza Rasyid Ali, Sutiyoso, Sumaryoto, EE Mangindaan, dan GH Sutejo. Namun, FIFA akhirnya membekukan status pencalonan Arifin, Toisutta, Nirwan, juga Nurdin melalui rilis dan surat resmi pada Senin (4/4) lalu.
Mereka sebelumnya sudah dibekukan oleh Komite Banding Pemilihan, tapi isyarat toleransi diberikan KN-PSSI. Sehari sesudah pengumuman rencana pendaftaran calon pengurus baru dibuka, Rabu (6/4), beberapa nama baru mulai bermunculan.
Proses verifikasi kelayakan bakal calon sendiri akan dimulai 18 April selama lima hari. Kemudahan regulasi sudah diberikan Komite Normalisasi PSSI (KN-PSSI) dan bakal calon hanya butuh satu dukungan anggota PSSI yang berjumlah sekitar 400.
Namun, mereka harus saling sikut untuk mendapatkan simpati 100 anggota pemilik suara. Sebab, mereka yang berhak menetapkan status pengurus baru.
Sementara itu Wakil Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengaku siap dicalonkan. Iman berharap pengurus baru PSSI dihuni figur profesional dengan asumsi jauh dari kepentingan politis.
”Posisi saya sebenarnya menunggu. Kalau ada anggota yang bersedia mencalonkan, saya siap maju. Saya berharap pengurus PSSI berasal dari kalangan profesional. Tapi, saat ini saya tetap fokus ke timnas,” kata Iman.
Ungkapan serupa dilontarkan Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda (BPPUM), Rahim Sukasah. Posisi Rahim juga saat ini menunggu respons dari anggota PSSI. Mantan ketua BTN tersebut mengatakan bila respons masyarakat positif, gerilya untuk mencari dukungan akan dilakukan.
”Kalau mendapat dukungan dari masyarakat dan anggota, saya siap maju dalam bursa pemilihan ketum PSSI. Saya segera mencari dukungan kalau ada sinyal. Saya hanya ingin memajukan sepak bola nasional,” ujarnya.
Jika beberapa nama terkesan pasif, tidak demikian dengan kandidat lainnya. Mereka sudah menyiapkan beberapa program, terutama perbaikan kompetisi. Sutiyoso mengungkapkan, teknis perbaikan kinerja wasit akan dilakukan dan peninjauan ulang kebijakan pemain asing akan dilakukan.
”Aturan kompetisi harus dijalankan secara utuh. Mafia wasit akan ditumpas tanpa tebang pilih. Jumlah pemain asing juga akan dikurangi. Sudah saatnya kuota mereka dievaluasi karena berada dalam posisi vital di timnas,” tandasnya.
Sementara itu kandidat dari gender wanita satu-satunya, Diza, mengaku sudah cukup mendapatkan suara untuk bertarung pada Kongres Pemilihan pada 20 Mei.
”Bakal calon rival saat ini belum terpetakan secara pasti. Mereka muncul, lalu tenggelam,” cetus Diza.
”Regulasi KN-PSSI cukup memudahkan, tapi kuncinya tetap anggota pemilik suara. Saya tetap maju dan jumlah dukungan yang terkumpul saat ini lebih dari cukup. Optimistis tetap ada,” tutupnya.
Selengkapnya...
Mandowen Kokohkan Persipura
Persipura Jayapura semakin kokoh di puncak klasemen Liga Super Indonesia usai memetik kemenangan atas tuan rumah PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1. Gol kemenangan Persipura dicetak pemain pengganti Lukas Mandowen.
Tim asuhan Jacksen F. Tiago itu kini mengemas 44 poin, unggul sembilan poin dari runner up Semen Padang. Sedangkan PSPS, masih tercecer di peringkat 12 dengan 21 poin saja.
PSPS terpaksa mengungsi di kandang Semen Padang, Stadion Agus Salim, karena markas mereka Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, tengah direnovasi untuk perhelatan PON XVIII tahun 2012 mendatang. Meskipun begitu, suporter setia mereka, The King, tetap semangat menyaksikan laga klub kesayangannya itu.
Laga baru berjalan satu menit, sebuah peluang emas melalui kapten Dzumafo Epandi nyaris berbuah gol jika saja tendangannya tak melambung meski sudah di depan mulut gawang.
Baru di menit ke-30, Putut Waringin Jati membuka keunggulan 1-0 usai memanfaatkan bola liar dan kemelut di depan gawang Persipura. Gol ini tak luput dari kesalahan kiper Persipura asal Korea Selatan, Yoo Jae Hoon, yang tak mampu menangkap dengan sempurna.
Persipura coba membalas. Sebuah tandukan keras palang pintu Bio Pauline memanfaatkan sepak pojok Boaz, masih diselamatkan bek PSPS, Junaidi. Skor 1-0 bertahan untuk PSPS hingga jeda.
Di babak kedua, praktis PSPS bermain bertahan yang membuat Persipura terus mengurung pertahanan mereka. Tidak bermainnya playmaker Zah Rahan Krangar, membuat variasi serangan Persipura sedikit minimalis yang membuat Jacksen memasukkan penyerang tambahan Mandowen menjadikan tiga juru gedor di lini depan.
Hasilnya, sebuah gol spektakuler Boas di menit ke-70 lewat kaki kirinya yang keras, membuat kedudukan imbang 1-1. Gol ini menjadi pelecut Persipura untuk menambah gol lagi dan sebaliknya PSPS justru tampil grogi. Bagi Boaz, gol ini merupakan golnya yang ke-20 sekaligus masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak LSI musim ini.
Di menit ke-76, akhirnya Mandowen membuat Persipura berbalik unggul yang dengan mudah menceploskan bola di depan mulut gawang hasil umpan Titus Bonay.
Usaha PSPS untuk menyamakan kedudukan kandas meski dua peluang bagus oleh Agus Cima masih belum menemui hasil. Hingga wasit Mulyadi meniup peluit panjang, kemenangan 2-1 tetap untuk "Mutiara Hitam" sekalgus tim kedua setelah Sriwijaya FC yang mampu menang di kandang PSPS.
Selengkapnya...
Rusak SUGBK, Jakmania Minta Maaf
Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, tampaknya cukup berbesar hati. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, yang notabene kandang Persija, Rusak akibat oknum anggotanya.
Namun, para pengurus The Jakmania tidak lantas cuci tangan dan melimpahkan kesalahan tersebut kepada anak buahnya.
"Kami memang tidak bisa mengganti secara materi, namun kami sepenuhnya membantu pihak kepolisian dalam melakukan penyidikan dan bekerja sama dalam mengungkap kejadian ini," terang Sekretaris Jendral The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, kepada BOLA.NET.
Sebelumnya, oknum The Jakmania tersebut, oleh pengelola dan pengembang SUGBK dilaporkan ke pihak kepolisian karena mengamuk dan menghancurkan kantor Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Seluruh kaca ruangan di komplek tersebut habis karena dilempari dengan menggunakan pot-pot bunga yang berada di sekitar lokasi.
Tujuh ruang kantor habis dirusak suporter. Misalnya, Kantor PRSI, bekas kantor Pengda DKI, bekas kantor PSSI DKI, kantor biro travel, hingga kantor Pari Sakti milik salah seorang mantan atlet renang. Termasuk, Sunbeat, komputer, kaos satu karung dan sepeda lipat, yang dilaporkan hilang.
"Jika ini terbukti, kami merelakan anggota kami untuk diproses secara hukum. Saya juga mewakili rekan-rekan yang lain sangat memohon maaf atas kejadian ini," tutupnya. (bola/esa)
Selengkapnya...
Panpel Sriwijaya FC Turunkan Harga Tiket
Harga karcis untuk menyaksikan pertandingan Sriwijaya FC saat menjamu kesebelasan Persisam Putra Samarinda, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu petang, mengalami penurunan.
Penurunan harga tiket masuk itu, bertujuan agar penonton yang menyaksikan kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut semakin banyak, kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri, selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC), H Hendri Zainuddin.
Selama ini penonton cenderung mulai berkurang, terutama saat SFC menjamu tim tamu dalam pertandingan Liga Super Indonesia awal putaran kedua. Karena itu, pihak pengelola tiket bekerja sama dengan manajemen SFC sepakat untuk menurunkan harga karcis masuk menyaksikan kesebelasan tuan rumah bertanding tersebut.
"Dengan banyak penonton datang menyaksikan dan mendukung, pemain semakin termotivasi kuat untuk menang," ujar Hendri.
Dia menegaskan, kehadiran dan dukungan penonton itu merupakan salah satu pembangkit semangat pemain, sehingga saat bertanding nanti mereka akan berjuang secara maksimal.
Harga karcis rata-rata turun Rp5 ribu dari sebelumnya, seperti karcis penonton di tribun barat atas yang selama ini dijual seharga Rp30 ribu, turun hanya menjadi Rp25 ribu. (ant/fjr)
Selengkapnya...
Kadir Halid Dukung Komite Normalisasi
Jakarta - Pengprov PSSI Sulawesi Selatan di bawah Kadir Halid selama ini selalu menentang upaya yang mengusik kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Namun kemunculan Komite Normalisasi dapat dukungan dari Khadir Halid.
Menurut adik kandung Nurdin Halid ini, keberadaan Komite Normalisasi yang diketuai mantan Ketua Umum PSSI periode 1999-2003, Agum Gumelar, harus didukung penuh oleh Pengprov PSSI di tiap daerah.
"Tugas dan kewenangan Komite Normalisasi kan hanya untuk mengawal dan menyelenggarakan Kongres PSSI, jadi harus kita dukung," ujar Kadir saat dihubungi detikSport.
Meski demikian, hingga saat ini Kadir masih menganggap kakaknya sebagai ketua umum PSSI yang sah. Ia menganggap Kongres PSSI yang diselenggarakan oleh 78 pemilik suara di Pekanbaru cacat hukum.
Saat disinggung rencana pemanggilan kakaknya, bersama Nugraha Besoes dan Nirwan Bakrie oleh Komite Normalisasi, Kadir menyebutkan hal tersebut sangatlah wajar di masa transisi ketua umum PSSI.
"Seharusnya memang begitu, Pak Agum harus ketemu Pak Nurdin, kalau alasan dan motifnya tanya Pak Agum sendiri," tandas anggota DPRD Sulsel ini.
(dtc/mna)
Selengkapnya...
Peleburan ISL-LPI Harus Sesuai Aturan FIFA Soal Klub Profesional
Jakarta - Upaya Komite Normalisasi melebur LPI dan ISL dapat tanggapan positif. Tapi penggabungan dua kompetisi tersebut harus sesuai dengan aturan lisensi AFC dan FIFA tentang klub sepakbola yang benar-benar profesional.
FIFA awal pekan ini mengeluarkan pernyataan yang menyatakan mengambil alih komite eksekutif PSSI dan membentuk Komite Normalisasi. Salah satu tuga komite yang kemudian dipimpin Agum Gumelar tersebut adalah membawa Liga Primer Indonesia ke bawah PSSI atau jika tidak bisa maka harus dibubarkan.
Upaya menggabungkan ISL dan LPI dapat dukungan dari banyak pihak, salah satunya dari kubu Persebaya 1927 yang berlaga di LPI. CEO PT Persebaya Indonesia, Llano Mahardika mengaku sangat mendukung langkah tersebut.
"Kita ketahui bersama, dalam satu negara hanya satu liga yang diakui oleh FIFA. Tapi penggabungan itu sangat dibutuhkan kehati-hatian, tidak serta merta langsung dilebur jadi satu," katanya saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (8/4/2011).
Pertimbangan yang perlu diperhatikan, kata Llano adalah pertimbangan yang matang dan harus seirama dengan aturan lisensi AFC dan FIFA tentang klub sepakbola profesional.
Llano juga mengungkapkan jika tidak semua klub, baik yang berlaga di ISL maupun LPI merupakan klub yang matang dan dianggap profesional.
"Semua klub (ISL dan LPI) pasti ada kekurangan. Makanya kematangan dan kehati-hatian yang perlu diutamakan dalam tahap penggabungan," ungkapnya.
Selain itu, dalam penggabungan lanjut Llano perlu adanya perwakilan dari AFC dan FIFA yang dianggapnya netral yang bertujuan menilai dan memutuskan klub tersebut sudah sesuai dengan aturan lisensi klub profesional.
"Apa semua 15 klub ISL yang sekarang pantas diangggap profesional, makanya harus ada orang yang netral dari AFC dan FIFA untuk menentukan apakah klub itu sudah menjadi PT, finansialnya bagaimana, infrastrukturnya seperi apa. Sehingga dengan adanya penilaian ini maka klub yang benar-benar profesional akan tercapai demi kemajuan sepakbola yang maju dan profesional," pungkas Llano.
(dtc/ze)
Selengkapnya...
aduardo dan novan aka turun
Kamis, 07 April 2011
Untuk LPI, Persik Butuh Enam Pemain Asing
Persema Tidak Khawatirkan Kondisi Benoit Lang
Lawan Bintang Medan, Persibo Harapkan Hasil Positif
Harga Tiket Dinaikkan, Aremania Tuntut Transparan
Sriwijaya FC Dekati Irfan Bachdim
Bola.net - Sriwijaya FC mulai mendekati Irfan Bachdim dan membuka pintu mereka lebar-lebar agar pemain yang sekarang ini masih memperkuat Persema Malang di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) bersedia hijrah ke Palembang.
Manajemen tim Sriwijaya FC siap menggandeng Irfan karena pemain tersebut sangat dibutuhkan, kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri H Hendri Zainuddin di Palembang, Jumat.
Keinginan mengambil Irfan Bachdim itu juga karena Alfred Ridel memberi syarat bahwa pemain tim nasional harus mengikuti liga yang dianggap resmi oleh PSSI. Sementara LPI tidak diakui PSSI.
"Jadi bila Irfan ingin tampil berprestasi dengan tim nasional termasuk di SEA Games, ia harus bergabung di klub Liga Super Indonesia," terang Hendri.
Oleh karena itu pihaknya siap mengontrak pemain tersebut selama dua musim yang diharapkan nantinya kesebelasan milik masyarakat Sumsel tersebut semakin berprestasi, kata dia menambahkan. Menurut Hendri, pihaknya akan mendekati manajemen Persema supaya pemain kelahiran Belanda tersebut bisa memperkuat klub yang pernah meraih dua gelar juara tersebut.
Yang jelas, dengan bergabungnya Irfan Bachdim, penonton Sriwijaya FC akan semakin banyak saat kesebelasan tersebut menjamu tim tamu.
"Boleh dikatakan pemain tersebut sebagai aset yang bisa mendongkrak penonton datang ke Stadion Gelora Jakabaring Palembang ketika tim tersebut bertanding," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kebutuhan pemain sendiri, ia mengatakan, sesuai permintaan pelatih Ivan Kolev, Sriwijaya FC masih membutuhkan pemain posisi penyerang. Hendri juga menjelaskan, Sriwijaya FC saat ini masih kurang penyerang. Sehingga bila pemain tersebut benar-benar bisa bergabung maka tim daerah ini semakin kompak.(ant/fjr)
Selengkapnya...
Nurdin Halid Resmi Gugat Menpora ke PTUN
Beritabola.com Jakarta - Nurdin Halid dan Nugraha Besoes resmi mengugat Menpora Andi Mallarangeng atas keputusan pemerintah membekukan kepengurusan PSSI. Gugatan itu mereka daftarkan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
"Kami berharap PTNU memutuskan bahwa keputusan Menpora tidak relevan dan sampah," kata Sitor Situmorang, kuasa hukum Nurdin Halid-Nugraha Besoes, di PTUN Jakarta, Jl Sentra Primer Baru, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2011).
Menurutnya, yang memiliki wewenang membekukan kepengurusan PSSI adalah KONI sebagai induk dari semua organisasi olahraga di Indonesia. Namun kenyataannya keputusan pembekuan justru diputuskan oleh pemerintah dalam hasil ini Menpora.
"Menpora terlalu campur tangan, seharusnya perintahkan saja KONI. Ini merupakan penyalahgunaan wewenangnya. Bila dia merasa benar, maka buktikan di pengadilan," jelas Sitor.
Di dalam berkas gugatan yang didaftarkan melalui Panitera PTUN, disebutkan bahwa Kepala GBK juga menjadi pihak tergugat. Tidakan melarang pengurus PSSI menggunakan fasilitas kantor Sekretariat PSSI di Komplek GBK juga telah turut memperkeruh masalah dalam kepengurusan PSSI.
"Kantor PSSI ada di GBK berdasar pada surat perjanjian dan waktu penggunaannya masih ada hingga Mei 2011. Kekacauan dalam PSSI juga karena dia (Kepala GBK) juga yang ikut campur urusan PSSI," paparnya.
Sitor tiba di Kantor PTUN Jakarta pada sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (7/4/2011). Dia datang bersama anggota tim kuasa hukum, namun tidak terlihat Nurdin Halid dan Nugraha Besoes dalam rombongan.
(dtc/lh)
Selengkapnya...
PSPS Andalkan Kolektivitas Tim Hadapi Persipura
Pekanbaru menyadari bahwa kekuatan Persipura yang akan menjadi lawannya masih diatas mereka. Karena itu, dalam duel yang akan berlangsung di Stadion H Agussalim, Padang, Jumat (8/4), pelatih Abdulrahman akan mengandalkan kolektivitas tim guna menghadapi tim Mutiara Hitam ini.
"Secara materi kita akui mereka lebih unggul disemua lini, namun demikian apabila kita bisa bermain kompak dengan kolektivitas yang tinggi saya yakin, kita mampu bisa meredam permainan mereka serta mengamankan tiga angka," katada Abdulrahman Gurning kepada goal.com Indonesia, Kamis (7/4).
Apakah hal ini bisa mereka tampilkan pada laga nanti, Gurning berharap demikian, sebab menurutnya selama beberapa hari menjelang laga, hal ini menjadi fokus mereka dalam melakukan persiapan.
Selanjutnya Gurning juga menyebutkan bahwa memang secara head to head dari beberapa pertemuan terakhir kedua tim ini memang tidak berimbang. Pada musim lalu, tim berjuluk mutiara hitam tersebutlah satu-satunya klub yang berhasil mencuri angka penuh dimarkas PSPS Pekanbaru dan di Jayapura mereka juga berhasil menaklukan askar bertuah. Sementara dimusim ini pada putaran pertama kemaren di Jayapura, mereka juga sukses membuat PSPS terkulai tak berdaya setelah dibantai 4-1 oleh Boaz dkk.
"Kita memang mempunyai rekor buruk setiap kali bentrok dengan mereka terutama beberapa pertemuan terakhir ini, tapi sekarang semua itu telah kami lupakan, justru hal itu akan menjadi motivasi bagi tim kami untuk bisa mengalahkan skuad yang memang menjadi momok bagi seluruh kontestan di ISL musim ini," ungkapnya.
Untuk pemain lawan yang mendapat perhatian khusus bagi Gurning pada laga kali ini, nama Boaz Salousa tetap menjadi perhatian utamanya. Boaz yang saat ini menduduki peringkat pertama daftar top scorer sementara dengan mengemas 19 gol dipandang sosok pemain yang sangat licin dan mempunyai kecepatan yang luar biasa.
"Kita sudah wanti-wanti kepada pemain belakang agar menutup pergerakan Boaz secara ketat, itu sudah kita intruksikan," ungkapnya.
Sementara itu dari kubu lawan, skuad besutan jacksen F Tiago ini tetap optimis bisa membawa hasil maksimal dari pertandingan ini."Meski salah satu pemain pilar kami absen pada laga ini yaitu Zah Rahan, namun kami rasa tidak berpengaruh besar, karena kami punya stok pemain yang memiliki kualitas sepadan,"sebut Jacksen.
Meski diatas kertas secara kualitas individu mereka unggul, namun Jacksen tetap tidak ingin sesumbar, ia menganggap Dzumafo dkk tetap menjadi ancaman bagi mereka. gk-22
Selengkapnya...
wasit pingsan, laga persebaya terhentikan
Kejadian langka terjadi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama (DU) PSSI yang mempertemukan Persebaya melawan Perseru Serui. Laga yang digeber di Stadion Gelora 10 November ini sempat dihentikan di menit ke-56. Lho? Langkah darurat ini diambil setelah asisten wasit Kusumo Widodo ambruk di lapangan.
Pemandangan miris sempat terjadi beberapa saat saat dia kejang dengan mulut mengeluarkan busa. Sempat luput dari pengamatan wasit utama sebelum beberapa anak gawang berteriak-teriak. Wasit pun langsung memanggil tim medis dan secepatnya korban dilarikan ke RS dr Soewandi, Tambak Rejo Surabaya. Pertandingan dilanjutkan dengan wasit pengganti.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab pingsannya sang wasit. Melihat gejalanya, bisa jadi kondisinya tidak fit dan miliki riwayat pengakit epilepsi.
Tak hanya itu, cerita lain berbau mistis juga meluncur. Menurut Suparjo, salah satu petugas security Stadion Gelora 10 Nopember, lapangan sebelah pojok timur, baik di sisi utara maupun selatan, memang ada unsur mistis.
"Apalagi saat ini malam Jumat Legi. Dan pertandingan juga dimulai beberapa menit usai adzan Maghrib. Dan mestinya, panpel sudah tahu unsur non teknis seperti itu," katanya.
Kejadian ini sepertinya melengkapi kisah pilu laga Persebaya DU. Sebelumnya, pertandingan memang molor sampai 45 menit dari kick-off yang mestinya pukul 15.00. Ketua panpel Wastomi Suhari mengaku keterlambatan ini dipicu persoalan dana. Beberapa petugas lakukan aksi mogok karena honor mereka nunggak sejak beberapa laga sebelumnya.
Pertandingan sendiri akhirnya dimenangkan Persebaya dengan skor tipis 1-0. Sebiji gol tuan rumah dicetak Charles Orock di menit ke-6. (gk-31)
Selengkapnya...
Rabu, 06 April 2011
Bang Yos: Saya Akan Berantas Mafia Wasit !
Pria yang akrab disapa Bang yos itu memang digadang-gadang akan maju sebagai calon ketum PSSI yang baru dan sedikit banyak telah memaparkan program salah satunya memberantas mafia wasit.
Bila terpilih menjadi Ketum PSSI, ia berjanji akan memberantas keberadaan para oknum yang sering melakukan pengaturan skor.
“Mafia wasit memang benar-benar ada. Gak usah khawatir, saya sikat habislah kalau merugikan sepakbola,” janjinya dalam diskusi bersama sejumlah wartawan di redaksi Indo Pos, Rabu (6/4) kemarin.
Iapun menjelaskan pengalamannya sempat menjadi korban para pengadil yang seperti itu.
“Pernah waktu pertandingan Persija lawan Persebaya. Waktu itu kalau imbang saja Persija sudah menjadi juara tapi akhirnya kalah karena gol Persebaya jelang pertandingan berakhir,” paparnya.
“Waktu itu penyerang Persebaya menciptakan gol dengan cara sederhana dan penjaga gawang Persija yang berkulit hitam tak bisa menggagalkan gol sederhana itu,” jelasnya.
“Habis gol itu tercipta, wasit pun langsung membunyikan peluit tanda pertandingan telah berakhir,” kata Bang Yos, kesal.
Selain soal mafia wasit, Bang Yos juga menyoroti soal keberadaan para pemain naturalisasi yang kini banyak diidolakan pecinta sepakbola nasional.
"Saya kurang setuju dan itu jalan pintas. Sepertinya kita tak punya kebanggaan, harga diri. Cuma (andalkan) bule saja,” kata manta Gubernur DKI Jakarta itu.
“Lebih baik, kita rangsang anak-anak muda kita dengan penghasilan besar. Biar nanti ada yang berpikir ingin jadi seperti Bambang Pamungkas supaya dapat gaji 1 miliar,” tambah pria yang pernah menjadi manajer Persija Jakarta itu.
Terlalu banyaknya pemain asing dalam kompetisi lokal pun tak luput dari pengamatannya. Ia mengatakan, bila terpilih menjadi ketum, jatah 5 pemain asing dalam setiap klub akan dikurangi secara bertahap.
“Mungkin idealnya tiga pemain saja di tiap klub, itupun kalau ada yang direkrut harus betul-betul bagus,” tutupnya.
El Loco-Abanda, Lawan Jadi Kawan
Bila Cristian Gonzales masih mengingat masa lalu, maka banyak catatan unik yang telah dibuatnya. Musatafa Habibi Gonzales atau lebih dikenal dengan El Loco, julukan pemain Persib ini bukan hanya cemerlang pada Piala AFF 2010 lalu. Salah satu catatan kelam pemain kelahiran 30 Agustus 1976 ini tercatat di musim 2007.
Kemampuannya dalam menendang, membuat gol, kemampuan membaca permainan, dan sundulannya yang tajam, membuat Gonzales pantas disebut pesepakbola terbaik Indonesia. El Loco sebenarnya tidak lepas dari banyaknya kasus yang dia buat di lapangan hijau. Pemain kelahiran Uruguay ini pernah bersitegang dengan Abanda Herman di Stadion Manahan Solo, 17 Januari 2007.
Di babak delapan besar kompetisi tahun 2007, Gonzalez kala itu diganjar hukum tiga pertandingan karena berkelahi dengan Abanda yang masih membela Persija Jakarta. Ironisnya, sanksi yang diterimanya tidak pernah dijalanilantaran Ketua Umum PSSI Nurdin Halid secara diam-diam menerbitkan SK peninjauan kembali untuk kasusnya.
Uniknya, Gonzales saat itu membela Persik Kediri yang ditukangi Daniel Roekito, yang sekarang melatih Persib. Ceritanya, pelatih Persija Sergei Dubrovin dengan berang memprotes keputusan wasit yang mensahkan gol Gonzales. Pertandingan tersebut diakhiri dengan perkelahian antara pemain Persik dan Persija yang melibatkan Christian Gonzales, Abanda Herman dan penjaga gawang asal Moldova, Evgheny Khamaruk.
Khmaruk tiba-tiba menghampiri Gonzales yang hendak meninggalkan lapangan. Gonzales berontak saat dicekik kiper bertubuh jangkung itu. Insiden itu memicu para pemain asing Persija lainnya mendekati Gonzales. Beberapa pemain lokal kedua kesebelasan berusaha melerai perkelahian tak seimbang itu.
Namun Gonzales tetap saja mengomel, sehingga memancing pemain Persija lainnya bereaksi. Beruntung para petugas keamanan dan pihak Panpel segera melerai kericuhan yang terjadi beberapa saat setelah pertandingan 2x45 menit itu berakhir.
Kekisruhan itu dipicu terjadinya gol balasan Persik yang dicetak Gonzales di menit ke-80. Gol tersebut menuai protes keras dari kubu Persija karena Gonzales dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang Persija Abanda Herman.
Khmaruk langsung lari menghampiri wasit, sementara Abanda dan beberapa pemain Persija lainnya mendatangi Asisten I Wasit Udin Sumarsyah untuk menanyakan kejadian tersebut. Udin pun dikerubuti pemain dan ofisial Persija hingga ke pinggir lapangan, sampai petugas Provost TNI-AD melerainya.
Pelatih Persija Sergei Dubrovin juga tak kalah berangnya. Ia berbicara keras terhadap wasit, asisten wasit dan Pengawas Pertandingan M Syarif. Sebagai bentuk ketidakpuasan, Dubrovin meminta pemainnya tidak melanjutkan pertandingan karena kesal dengan keputusan wasit yang dianggap merugikan. pertandingan dihentikan dengan skor akhir 2-2.
Selengkapnya...
